Selain Kasus Pembegalan, Pria ini Ancam Gadis di Bawah Umur Menikah

1919

Lumajang (WartaBromo.com) – Pria asal Randugagung yang dicurigai sebagai pelaku begal memiliki catatan kriminal tersendiri. Terungkap, Ia mengancam remaja dibawah umur supaya bersedia dinikahi.

Hal ini diungkapkan oleh remaja berinsial UH (14), istri Yanto (40) terduga pelaku pembegalan warga Jember. Ayah UH terpaksa menerima pinangan dari Yanto saat sang anak masih berusia 12 tahun, atau kelas 5 SD.

“Ini adalah puncak dari penderitaan keluarga saya. Saya sudah tidak kuat mendapatkan intimidasi dari pelaku,” ujar MA (49), mertua Yanto.

Menurut pengakuan keluarga, Yanto mengaku kerap melakukan tindak kejahatan seperti pencurian di luar Lumajang. Saat Yanto meminang UH, Ia juga mengancam keluarga MA akan dibunuh jika tak menerima pinangannya.

Baca Juga : Ungkap Begal Tewaskan Warga Jember, Tim Cobra Curigai Seorang Warga Randuagung

Remaja dibawah umur ini juga dipaksa melayani pelaku, dan berhenti melanjutkan pendidikan. Selama 2 tahun ini, UH tak berani melawan karena mendapat ancaman suaminya itu.

“Padahal hampir setiap malam saya melihat ada mobil polisi lewat didepan rumah saya untuk berpatroli. Namun saya takut dibunuh jika melaporkan kejadian ini,” lanjut MA.

Laporan ini kemudian menjadi salah satu penguat bagi Tim Cobra untuk menindak tegas pelaku. Selain mengarah ke dugaan Ia merupakan pembegal warga Jember dan menyimpan senjata api rakitan.

“Ayah dari korban tadi meminta jaminan keamanan kepada saya. Dengan tegas saya dan juga Tim Cobra akan memberikan jaminan kemanan kepada ayah dan anak yang menjadi korban ancaman pembunuhan tersebut,” tegas AKBP Arsal Sahban, Kapolres Lumajang.

Polisi berencana membuat tim khusus untuk mengejar pelaku. Pun tetap melakukan operasi motor besar-besaran untuk mengungkap pelaku pembegalan lain. (may/ono)

Baca Juga : Begal Motor Celurit Korban hingga Meninggal di Depan Istri