Rabu Pagi Ini, Ribuan Anak KB/TK Siap Ikuti Lomba Mewarnai

482
Ribuan peserta lomba mewarnai pada periode lalu. Rabu pagi ini (9/10), ribuan anak wilayah timur akan mengikuti lomba mewarnai di Kolatmar Grati. Foto: Dispendik Kabupaten Pasuruan

Pasuruan (Wartabromo.com) – Sebanyak 3.553 anak KB/TK bakal tumplek blek di Makolatmar Grati Rabu Pagi (9/10/2019). Para bocah ini akan berlomba menorehkan hiasan mewarnai di atas kertas.

Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan yang punya gawe ini sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Mulai tenda undangan, podium, karpet, hingga peralatan tulis dan mewarnai untuk anak-anak. Diknas menggandeng pengurus IGTKI dan Himpaudi demi.kelancaran acara.

“Kita ingin memperingati Hari Jadi ke-1.090 Kabupaten Pasuruan sekaligus sebagai puncak Hari Anak Nasional,” ujar Dr.Iswahyudi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan didampingi Kabid TK/Paud, Heri Mulyono kemarin.

Lomba mewarnai ini akan dibagi menjadi dua wilayah (zona). Yakni, wilayah timur dengan kapasitas 12 kecamatan. Lombanya dipusatkan di Kolatmar Grati, Rabu pagi ini.

Data panitia menyebutkan, jumlah peserta lomba sebanyak 3.553 anak. Terdiri dari 2.722 anak TK. Dan 831 anak KB.

Kemudian untuk peserta dari 12 kecamatan wilayah barat akan mengikuti lomba di lapangan Chandra Wilwatikta Pandaan pada 16 Oktober.

Jumlah pesertanya lebih heboh lagi. Bisa mencapai 7.624 peserta. Terdiri dari 6.481 anak TK. Dan untuk KB (Paud) sebanyak 1.143 anak.

Tema lomba mewarnai tahun ini adalah Mamamia. Filosofinya tentang kecintaan anak kepada orang tua dan keluarga. Tentang Parenting. Atau pentingnya pendidikan karakter dalam keluarga. Hal ini juga sesuai dengan tema besar yang diangkat dalam Hari Jadi Kabupaten Pasuruan tahun ini.

Selain mengikuti lomba, para peserta juga akan dihibur beberapa atraksi.
“Kita sudah siapkan dolanan tradisional anak. Ada juga display drum band dan juga senam mentok dan pinguin. Hiburan ini biar anak-anak tidak jenuh dalam mengikuti lomba,” tegasnya.

Peserta lomba mewarnai juga bakal ditonton para orang tua dan masyarakat. Jika satu anak didampingi satu orang tua, maka panitia mengestimasi jumlah masyarakat yang hadir plus peserta bisa diatas 7.000 orang.

“Kami harapkan orang tua atau warga yang hadir bisa menjaga keamanan dan ketertiban. Biarkan anak-anak kita mandiri. Mengerjakan sendiri tugasnya tanpa bantuan siapapun,” harapnya.

Khusus untuk anak-anak, Iswahyudi sangat berharap generasi saat ini akan menjadi generasi milenial. Penuh tantangan baik dari dalam negara maupun dengan generasi negara lain.

“Jadi persiapkan anak-anak kita untuk pandai belajar. Anak-anak kita harus siap menghadapi zaman. Jadilah anak yang berkarakter dan bisa dibanggakan orang tua,” tegasnya. (day/day)