Lokasi Korban Terperosok Diduga Tempat Timbunan B3

468
MEMBARA: Batang kayu membara usai ditancapkan ke gundukan abu panas di dekat wisata Kebun Kurma.

Pasuruan (WartaBromo.com)- Insiden warga yang terperosok abu panas di depan lokasi wisata Kebun Kurma membuka tabir baru. Utamanya, terkait kemungkinan lokasi kejadian sebagai lokasi pembuangan abu batubara.

Keterangan yang didapat WartaBromo.com, di lokasi, lahan dimana timbunan abu panas itu dulunya merupakan tempat peternakan milik pengusaha asal Surabaya. Namun, karena bangkrut, usaha ternak itu kemudian tutup.

Meski tak lagi ada kegiatan di sana, sang pemilik tetap menugaskan seseorang untuk menjaga lahan tersebut. Maklum, selain tegalan, masih ada beberapa sisa bangunan di sekitar lokasi.

“Dulu ada penjaganya. Tapi, sekarang sudah meninggal,” kata Dasuki, penjaga kebun mangga, tak jauh dari lokasi.

Praktik pembuangan limbah itu sendiri dikatakan Dasuki sudah berlangsung lama. Tidak jelas dari mana asalnya. Menurut Dasuki, material yang sebagian besar berupa abu itu ditimbun begitu saja di lahan tersebut.

Penuturan Dasuki bisa jadi ada benarnya. Penyisiran yang dilakukan WartaBromo mendapati sejumlah timbunan yang diduga limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) dalam bentuk sisa batubara.

Baca juga :

Temuan itu tersebar diI banyak titik. Sebagian terlihat samar karena tertutup dedaunan. Namun, saat dikorek lebih jauh, terlihat material abu terbungkus sak.

Seperti diketahui, Waluyo, warga Jagalan, Desa Karangsono, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan terpaksa dilarikan ke Puskesmas karena menderita luka bakar usai terperosok abu panas di batas desa Pucangsari-Karangsono, tak jauh dari wisata Kebun Kurma, Sengonagung Purwosari.

Peristiwa itu terjadi Rabu (9/10/2019) sore lalu. Saat itu, korban yang tengah mencari mangga tidak menyadari gundukan abu panas di pinggir jalan setapak. Begitu melangkah, kedua kakinya langsung amblas. Kedua kaki, korban pun melepuh.

Terpisah, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Indra mengaku sudah mendapat kabar peristiwa itu. Senin (14/10/2019) pihaknya akan menerjunkan tim dari DLH untuk melakukan pemeriksaan di lokasi.

“Besok (Senin, 14/10/2019) staf dari DLH akan turun Mas,” terang Indra via whatsapp. (asd/asd)