Identitas Mr. X Terkuak, Korban Tabrak Lari Hendak Cari Makan

1385

Probolinggo (wartabromo.com) – Setelah melakukan serangkaian upaya, Satlantas Polres Probolinggo akhirnya berhasil menguak identitas 2 korban tabrak lari di jalur pantura. Keduanya masih satu keluarga, warga Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Mereka adalah Abdul Qodir (29), warga Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan, yang kini sedang dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Waluyo Jati. Korban kedua adalah Badrit Tamam (18) warga Desa Rondokuning, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Keduanya masih ada ikatan keluarga.

Terkuak setelah petugas mengotak-atik ponsel korban yang terkunci. Pasca tim Inavis Satreskrim Polres Probolinggo gagal menemukan sidik jari yang cocok dengan milik korban. Sekitar 30 menit kemudian, saudara korban tiba di RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

“Dari berbagai upaya, akhirnya kami berhasil mengungkap identitas korban laka. Korban meminggal berasal dari Rondokuning dan yang kritis dari Kregenan. Masih satu keluarga. Mereka sama-sama tidak mengenakan helm saat keluar dari rumahnya,” ujar Bripka. Prayudi Hermawan, anggota Satlantas Polres Probolinggo, Sabtu, 9 November 2019

Dari hasil penyelidikqn sementara, keduanya dihantam sebuah mobil dari arah barat. Ketika hendak menyeberang jalan ke sisi utara.

“Ada yang menyebut ditabrak Innova. Tidak diketahui secara pasti, siapa yang mengemudikan motor tersebut,” kata pria yang akrab dipanggil Yudi itu.

Sementara itu, Khairul Anwar (29) kakak kandung Badrit Tamam mengatakan, sejak shubuh tadi, adiknya sudah tidak ada di kamar.

“Katanya keluar sama paman untuk cari makan. Sudah saya hubungi dari tadi, tapi tidak ada yang menjawab teleponnya. Baru setelah telpon ke nomor paman ada yang ngangkat, dan bilang kalau pemilik hp di rumah sakit,” terangnya.

Ia mengatakan adiknya itu, baru pulang dari pondok sekitar 2 hari yang lalu. Biasanya kalau keluar, selalu bersamanya karena alami patah tulang kaki. Pasca kecelakaan lalulintas pada lebaran lalu

“Kemana-mana sejak pulang dari pondok kalau keluar itu pasti bareng saya. Karena pernah kecelakaan dan kakinya patah, tapi tadi malam keluarnya pas saya tidur,” ujar Anwari dengan nada sedikit tersendat.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, 2 orang tanpa identitas alami kecelakaan di jalur pantura Probolinggo-Situbondo ruas Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu, 9 November 2019. Satu korban meninggal dunia, sementara 1 lainnya kritis dan dirawat di IGD RSUD Waluyojati Kraksaan. (cho/saw)