Honor GTT/PTT di Probolinggo Capai Rp55,5 miliar

1235

Probolinggo (wartabromo.com) – Ribuan Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap (GTT/PTT) di lingkungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo bakal sumringah, setelah honornya dipastikan naik tahun depan. Anggaran yang disiapkan pun mencapai Rp55,5 miliar.

“Alhamdulillah, kita memberikan apresiasi dengan menaikkan honor bagi GTT/PTT tahun depan. Untuk GTT yang sebelum Rp700 ribu pada awal 2017, kita naikkan menjadi Rp1,3 juta. Begitu juga dengan yang PTT,” kata Kadispendik, Dewi Korina pada Rabu, 4 Desember 2019.

Dispendik Kabupaten Probolinggo pada 2020 mendatang mengestimasi kebutuhan honorarium GTT/PTT sebesar Rp55,536.676.128. Rinciannya untuk GTT SK Bupati sebanyak 2.404 orang x Rp1.300.000 x 12 bulan, sebesar Rp37.502.400.000.

PTT SK Bupati (S1/D4/D3) untuk 17 orang kali Rp1.850.000 x 12 bulan, Rp377.400.000; PTT SK Bupati (SLTA) Rp1.775.000 x 31 orang x 12 bulan, sebesar Rp660.300.000 dan PTT SK Bupati (SD/SLTP) Rp1.700.000 x 5 x 12 bulan, sebesar Rp.102.000.000.

Kemudian PTT non SK Bupati di Dinas Pendidikan sebanyak 109 x Rp1.100.000 x 12 bulan, sebesar Rp1.438.800.000 dan PTT non SK Bupati di sekolah 1.148 x Rp850.000 x 12 bulan, sebanyak Rp11.709.600.000.

Selain itu, ada juga untuk tenaga akuntansi D3 Rp2.150.000 x 1 x 12 bulan, sebesar Rp25.900.000 dan tenaga akuntansi S1 Rp2.700.000 x 5 x 12 bulan, sebesar Rp97.200.000.

Total untuk honor GTT/PTT selama setahun sebesar Rp51.913.500.000. Sisanya sebesar Rp3.623.176.128 diperuntukkan bagi premi jaminan kesehatan dan premi jaminan kecelakaan kerja.

“Memang belum maksimal, tapi itu sebuah upaya bahwa kita mengapresiasi guru dan pegawai tidak tetap,” lanjut Dewi.

Namun, kebutuhan dana itu tidak seluruhnya dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2020. Dalam APBD murni, honor GTT/PTT hanya dianggarkan senilai Rp38.958.271.464.

Artinya kurang sebesar Rp16.578.404.664. “Sisanya akan dianggarkan lewat PAK (perubahan anggaran keuangan, red),” sambung Sekretaris Dispendik, Fathurrozi. (cho/saw)