Dana BOS Bukan Buat Honor GTT/PTT di Probolinggo

1319
Dewi Korina, Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo.

Probolinggo (wartabromo.com) – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kabupaten Probolinggo untuk 2020 bertambah Rp8 miliar. Dinas Pendidikan (Dispendik) melarang dana bantuan pendidikan ini digunakan membayar honor GTT/PTT.

Pada 2020, dana BOS yang akan dialokasikan ke lembaga pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar Rp91.930.000.000.

Angka itu naik sebanyak Rp8.448.720.000 dibanding tahun sebelumnya.
Tahun ini, dana BOS yang digulirkan sebanyak Rp83.481.280.000. Sedangkan di Kabupaten Probolinggo ada 635 SD dan 212 SMP.

Tahun depan, Diknas tidak membolehkan dana BOS digunakan untuk membayar honor GTT/PTT. Hal itu, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana sebesar 15% dana BOS yang diterima lembaga pendidikan, boleh untuk membayar honor GTT/PTT.

“Pada 2020, ibu bupati membuat keputusan bahwa dana BOS yang kemarin 15 persen boleh digunakan untuk membayar GTT/PTT itu, sudah kita take over (ambil alih). Semuanya diambil alih oleh APBD dengan harapan dana BOS digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan sekolah,” kata Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo, Dewi Korina kepada wartabromo.com, Rabu (11/12/2019).

Tahun depan, Dispendik mengestimasi kebutuhan honorarium GTT/PTT sebesar Rp55,536.676.128. Ada sebanyak 2.404 GTT SK Bupati dan 1.148 PTT non SK Bupati di sekolah, masuk di dalamnya.

“Kan sudah kita bayari, nggak boleh ganda. Nanti akan dobel anggaran. Karena honor mereka sudah diambil alih oleh Dinas. Biar anggaran mereka dibuat untuk meningkatkan sekolah” tandas Dewi.

Kasubag Perencanaan Dispendik, Fatkhurrozi mengatakan, jumlah dana BOS yang ditransfer ke setiap lembaga pendidikan tidaklah sama. Tergantung pada jumlah siswa dan kinerja atau mutu pendidikan.

Sesuai petunjuk teknis (juknis), pendapatan tahun berikutnya dihitung berdasarkan pendapatan triwulan 4 dikalikan 4.

“Mulai tahun ini, selain BOS reguler ada BOS afirmasi,” kata Fatkhurrozi.

Bos afirmasi -terang pria asal Pulau Madura itu-, diberikan kepada sekolah-sekolah terpencil agar bisa lebih maju. Selain itu diberikan juga bagi sekolah yang peningkatan mutu pendidikannya dinilai bagus. (cho/saw)