Lakukan Hal Ini Sebelum Diterjang Banjir

506
Banjir Sadengrejo. Foto dok.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Awal tahun ini sudah mulai memasuki musim penghujan. Berbagai daerah pun harus mewaspadai banjir saat musim penghujan tiba.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Pasuruan, setidaknya ada 10 wilayah yang rawan bencana banjir di Pasuruan. Wilayah tersebut yakni Gempol, Beji, Bangil, Kraton, Pohjentrek, Rejoso, Grati, Winongan, Gondang Wetan, dan Nguling.

Beberapa hari terakhir hujan lebat mulai turun di wilayah tersebut. Titik-titik dengan genangan air se mata kaki sekalipun sudah mulai nampak.

Nah, sebelum dilanda banjir, ada baiknya mempersiapkan segala kebutuhan sebagai tanda siaga bencana. Apalagi jika bencana ini menjadi agenda tahunan di wilayah kita.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut tips-tips yang bisa dipersiapkan sebelum banjir datang :

  1. Selamatkan dokumen penting

Simpan dokumen penting di tempat aman. Bisa diletakkan pada tas yang anti air. Lalu jika rumah memiliki 2 lantai, simpan dokumen penting pada lantai atas.

Namun jika rumah hanya 1 lantai, titipkan dokumen penting di rumah saudara yang tidak diterjang banjir, setiap akan memasuki musim penghujan.

Nah, untuk berjaga-jaga, bolo warmo bisa melakukan scan dokumen dalam bentuk digital. Hal ini dilakukan supaya jika dokumen asli terkena banjir, file masih bisa digunakan sementara.

  1. Selamatkan barang-barang elektronik

Apabila rumah ada 2 lantai, baiknya barang elektronik di simpan di lantai atas saat memasuki musim penghujan dan ada tanda-tanda banjir.

Namun jika banjir masih skala kecil, bolo warmo bisa membuat barang-barang dari kayu sebagai alas barang elektronik.

  1. Siapkan tas khusus untuk mengungsi

Saat ini bolo warmo yang rumahnya dinyatakan rawan, baiknya sudah mempersiapkan satu tas khusus untuk digunakan mengungsi. Tas tersebut bisa berisi baju, obat-obatan atau bahkan barang berharga seperti dompet serta perhiasan.

Apabila banjir datang sewaktu-waktu dan mengharuskan untuk mengungsi, bolo warmo cukup membawa tas tersebut. Tak usah terlalu banyak yang dibawa ya bolo, secukupnya saja.

  1. Simpan nomor telepon darurat

Nomor telepon khusus panggilan darurat ini harus disiapkan. Diantaranya nomor BPBD, Tim SAR, atau nomor relawan bencana lain. Kumpulkan dalam satu notes khusus, supaya bisa langsung dicek ketika terjadi banjir.

  1. Matikan arus listrik

Saat ada di rumah atau jika ingin mengungsi, arus listrik harus dimatikan. Ini lantaran banjir bisa membuat warga tersengat aliran listrik.

Jika kondisi sudah aman, misalnya air mulai surut maka bolo warmo boleh menyalakan arus listrik lagi. (may/ono)