Lahan Parkir Ambrol, Begini Fakta-fakta Wisata Cimory

2013

Prigen (WartaBromo.com) – Lahan parkir di tempat wisata Cimory ambrol pada Rabu (8/1/2019). Sejumlah motor dilaporkan rusak.

Ada beberapa fakta terkait ambrolnya lahan parkir wisata Cimory di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Berikut rangkumannya :

  1. Lahan parkir ambrol karena air hujan

Kontruksi lahan parkir Cimory ambrol saat hujan deras. Tanah labil tergerus air hujan diperkirakan jadi penyebabnya.

“Parkir sudah terbangun. Mungkin karena konstruksinya dan ini kan tanah baru,” kata Masduki, Operation Manager Cimory Dairyland & Resto soal kemungkinan sebab ambrol.

Selain hujan, penyebab ambrolnya lahan parkir karena angin yang cukup kencang dan menerpa tembok panahan.

  1. Ada 10 motor yang tertimbun

Setidaknya ada 10 motor yang tertimbun material lahan parkir wisata Cimory Dairy Land (CDL). Evakuasi dilakukan pada malam malam hari dan sempat terhambat.

Peralatan yang terbatas membuat petugas sulit untuk melakukan evakuasi. Semalam cuma ada 2 motor yang berhasil dievakuasi.

  1. Ketua DPRD minta Cimory tutup sementara

Insiden ambruknya pagar bangunan lahan parkir di kompleks wisata Cimory Dairy Land Prigen pada Rabu (8/1/2020) sore mendapat reaksi dari Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan.

Menurut Dion, paska kejadian ambrolnya lahan parkir itu pihaknya mendesak agar Satpol PP Kabupaten Pasuruan segera mengambil tindakan tegas dengan menutup sementara kegiatan operasional wisata di kawasan Prigen Kabupaten Pasuruan tersebut.

“Pemkab (Satpol PP) perlu ambil tindakan tegas untuk menutup sementara operasional Cimory agar tidak timbul bencana dan korban lebih parah,” ujar Sudiono Fauzan, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan kepada wartabromo melalui pesan WhatsApp pada Kamis (9/1/2020).

  1. Cimory tetap buka

Meski lahan parkir ambrol, namun hari ini Cimory sempat buka seperti biasa. Tempat wisata yang sedang hits ini sudah buka sejak pukul 08.00 WIB.

Bambang Supriyanto, Humas CDL, mengatakan, konstruksi yang ambrol hanya temboj penahan di area parkir pegawai.

“Jadi untuk tempat-tempat yang lain seperti taman dan area bermain wisatawan kan masih aman,” ujarnya.

5. Cimory belum punya AMDAL

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan sempat memanggil pengelola wisata Cimory beberapa waktu lalu. Sebab Cimory masih tidak memiliki analisis mengenai dampak lingkungan terkait lalu lintas (Amdal Lalin).

Pemanggilan pada beberapa waktu lalu karena banyaknya laporan akses jalan yang macet. Dewan akhirnya meminta manajemen segera melengkapi dokumen.

6. Cimory diminta tinjau ulang bangunan

Selain soal Amdal, DPRD Kabupaten Pasuruan sempat menyoroti kontruksi tempat wisata Cimory. Bangunan tersebut diminta tinjau ulang lantaran tak sesuai rancangan awal.

Ketidaksesuaian itu ditemukan saat dewan melakukan telaah, terhadap rencana kontruksi awal yang diajukan.

Pada izin yang diajukan pada 2015 lalu, bentuk (arsitektur) salah satu bangunan di kawasan Cimory, ternyata berbeda dengan yang telah dibangun saat ini.

Penilaian kemudian ditunjukkan, bahwa dengan melubernya pengunjung, bisa jadi bakal berpengaruh terhadap kondisi bangunan.

Diungkapkan, gedung megah yang dimiliki Cimory saat ini dinilai memiliki daya tampung berkisar 300 orang, sementara wisatawan yang berkunjung bisa mencapai 1.000 lebih.

Belum lagi, gedung yang selesai dibangun pada 2019 ini, berdiri di kawasan perbukitan, bukan pada lahan datar. (may/ono)