Ini Rumput Pencegah Longsor

786

Pasuruan (Wartabromo.com) – Seminggu belakangan, Indonesia sedang dilanda berbagai bencana alam, mulai dari banjir, longsor hingga gempa bumi. Berbagai upaya untuk mengurangi adanya risiko bencana coba dilakukan.

Salah satunya dengan menanam vetiver atau dikenal dengan rumput akar wangi. Tanaman vetiver dinilai berguna untuk memperbaiki kerusakan tanah yang dapat menyebabkan tanah mudah longsor.

“Jenis ini banyak dimanfaatkan untuk konservasi tanah, air, stabilisasi lereng curam, dan tujuan perlindungan lingkungan yang lain,” ujar Deden Girmansyah, Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI, dinukil dari kompas.

Tanaman vetiver dinilai mampu mengurangi erosi tanah yang mudah terkikis dan tidak stabil. Khususnya, tanah yang berada di lereng curam.

Pada tanah dengan karakteristik tersebut, vetiver akan mengurangi erosi lebih dahulu, kemudian menstabilkan tanah yang terkikis.

Dengan karakteristik tersebut, vetiver dapat disebut sebagai tanaman perawat pada tanah yang sakit. Pasalnya, ia memberi manfaat yang baik pada kelembapan dan nutrisi yang tersimpan pada tanah, serta meningkatkan mikro lingkungan.

Kok bisa?

Ya, vetiver punya akar yang sangat dalam dan massif. Panjangnya bisa mencapai 3-4 meter di tahun pertama.

Bentuk akar vetiver yang seperti itulah yang mampu mengikat tanah. Pada saat yang sama, akar tersebut memungkinkan tanaman tetap kokoh meski diterjang arus deras.

Akarnya yang sangat dalam dan cepat tumbuh, membuat vetiver sangat toleran terhadap kekeringan dan sangat cocok untuk stabilisasi lereng curam.

Meskipun vetiver sangat toleran terhadap beberapa keadaan ekstrem tanah dan iklim seperti rumput pada umumnya, tetapi vetiver tidak toleran terhadap tempat teduh.

Batangnya kaku dan tegak, membuatnya mampu tetap berdiri meskipun di arus dalam. Ketika ditanam rapat, tanaman pagarnya yang lebat berguna sebagai penyaring sedimen yang efektif dan penyebar air.

Selain itu, tanaman ini juga tahan terhadap hama, penyakit dan api. Tapi, perlu diingat, vetiver merupakan tanaman pendatang, yang masih perlu pengawasan yang bijak dalam penanaman dan pengelolaannya. (bel/may)