Shabara Polres Probolinggo Kota Sita 900 Liter Premium dari Pemborong di SPBU Kasbah

4360

Probolinggo (wartabromo.com) – Sat Sabhara Polres Probolinggo Kota mengamankan ratusan liter bahan bakar minyak (BBM) dari pemborong di Kota Probolinggo Kamis (16/1/2020). Sejumlah kendaraan modifikasi untuk dapatkan bahan bakar subsidi itu juga turut diamankan.

Sedikitnya ada 11 motor buncit, 3 mobil, sebuah kendaraan roda tiga, dan odong-odong, berhasil diamankan polisi.

Kendaraan-kendaraan itu digaruk polisi saat mengantre isi BBM jenis premium, di SPBU Kasbah atau Umbul, Probolinggo.

Motor buncit yang diamankan, bagian tangki BBM-nya sudah dimodifikasi. Yang semula berkapasitas antara 15 liter, menjadi 25 liter sampai 30 liter.
Sedangkan mobil dan kendaraan roda tiga yang diamankan, di dalamnya ada belasan jeriken biru, berkapasitas 30 liter.

Selain kendaraan itu, polisi juga menyita 80 jeriken. Sebanyak 30 di antaranya sudah terisi BBM jenis premium, sedangkan 50 sisanya, masih kosong. Diperkirakan lebih 900 liter BBM yang diamankan polisi waktu itu.

“Di SPBU Umbul, ada motor-motor kantong besar memborong BBM. Selama 1 jam di SPBU Umbul, kami juga mengamankan kendaraan roda empat yang di dalamnya juga berisi BBM dalam jeriken,” kata Kasat Sabhara, AKP Dwi Soecahyo, di Mapolre Probolinggo Kota.

Untuk kepentingan penyelidikan, Sat Sabhara melimpahkan kasus itu ke Sat Reskrim dan Sat Lantas. Untuk Sat Reskrim berkaitan dugaan upaya penimbunan. Sedangkan berkenaan spesifikasi teknis (Spektek) kendaraan diserahkan ke Sat Lantas.

“Selanjutnya akan kami data dan selidiki. Lain-lain, silahkan klarifikasi ke Sat Reskrim dan Sat Lantas,” ujar mantan Kapolsek Krucil, Polres Probolinggo itu.

Dalam praktiknya, saat tangki pengisi BBM Pertamina datang, antrean motor buncit dan mobil modifikasi ini muncul. Bahkan membaur dengan konsumen pada umumnya.

Sehingga, keberadaan mereka kerap menimbulkan antrean panjang. Akibatnya, warga yang ingin membeli BBM jenis premium, kerap tidak kebagian.

Harga BBM premium di tingkat eceran sendiri, jauh lebih mahal, dari harga per liter yang ada di SPBU. Untuk satu liter premium, di SPBU hanya sekitar Rp6.450 per liternya. Di tingkat eceran, harganya naik menjadi Rp8.000 per liter.

Keadaan ini, jelas merugikan masyarakat, karena ada perbedaan harga tersebut. Sementara yang diuntungkan, hanya segelintir orang. (lai/saw)