Dua Tahun Lamanya, Guru Honorer Gagahi Murid di Kelas

8333

Pajarakan (wartabromo.com) – Perbuatan AY (35), selaku guru tak patut ditiru dan digugu. Sebab, ia tega menyetubuhi Bunga (13), muridnya, di dalam kelas selama 2 tahun lamanya.

Kelakuan bejat guru honorer asal Kecamatan Paiton itu, kepada Bunga terjadi sejak 2017 lalu. Saat Bunga masih duduk di kelas 4 sekolah dasar. Berlangsung hingga Bunga kelas 6.

“Persetubuhan itu dilakukan di ruang kelas ketika jam istirahat dan jam kosong. Saat murid-murid yang lain keluar kelas,” kata Kanit PPA Satreskrim Polres Probolinggo, Bripka Isyana Reni Antasari.

Awal peristiwa dua tahun silam. Layaknya siswa sekolah dasar yang lugu, Bunga menurut saja ketika diminta untuk tinggal di kelas saat jam istirahat berlangsung. Pada istirahat jam pertama, Bunga yang dekat dengan AY diberi pendidikan tambahan. Pendidikan yang berujung upaya pencabulan. Waktu itu Bunga bisa menghindari celaka, karena lari.

Hasrat setannya tak membuat pria yang 12 tahun menjadi guru itu, menyerah. Pada kesempatan lain, AY mencobanya lagi. Kali ini, tangan guru sudah menyentuh tubuh korban. Di kelas 4 setidaknya pencabulan itu, dilakukan sebanyak 4 kali. Dalihnya pendidikan seks usia dini.

Saat duduk di bangku kelas 6, perbuatan pak guru ini bablas. Rupanya itu membuat AY ketagihan. Praktik menyimpang tersebut dilakukan hingga 4 kali.

“Bukan dicabuli lagi. Tapi disetubuhi saat ruang kosong. Itu terbukti dari visum yang kami lakukan,” geram Reni.

Terungkapnya aksi guru bejat itu, karena kejelian seorang guru lainnya. Ketika melihat perubahan sikap Bunga, yang semula periang menjadi pemurung. Terlihat tertekan dan malas belajar.

“Saat ditanyakan oleh salah satu guru, korban baru berani mengungkapkan bahwa disetubuhi oleh AY, selaku gurunya. Hingga akhirnya keluarga korban tahu dan melaporkannya pada kepolisian,” ujar Reni.

AY mengakui perbuatan tak terpuji terhadap muridnya tersebut. Namun, ia tak memberi alasan mengapa tega menyetubuhi korban yang masih di bawah umur. “Saya memang dekat dengan dia sejak kelas 4,” singkat guru yang sudah beranak-istri itu. (cho/saw)