Harga Cabai Melonjak Lipat Tiga, Petani di Probolinggo Ngaku Masih Beruntung

824

Probolinggo (wartabromo.com) – Harga cabai di Probolinggo tembus Rp60 ribu perkilogram. Terbatasnya stok gara-gara cabai rusak selama cuaca ekstrem diperkirakan jadi pemicu meroketnya harga.

Naiknya harga cabai rawit di Probolinggo, terjadi sejak dua pekan terakhir. Sebelumnya, harga cabai di pasaran berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp20 ribu perkilogram. Sementara saat ini, harganya mencapai Rp55 ribu hingga Rp60 ribu perkilogram.

Kenaikan harga cabai itu diduga karena cuaca ekstrem yang melanda kawasan penghasil cabai di Probolinggo. Pasokan cabai berkurang karena busuk.

Namun naiknya harga cabai ini, sepertinya menjadi berkah tersendiri bagi para petani. Pasalnya harga penjualan hasil panen meningkat dari biasanya.

Petani menyebut, idealnya, harga normal untuk cabai rawit ini berkisar antara Rp20 ribu perkilogram. Nah, petani bakal mengalami kerugian, ketika harga cabai hanya sebesar Rp5 ribu hingga Rp7 ribu perkilogram.

“Harganya sekarang Rp55 ribu perkilo, dari petani ke pedagang. Sebelumnya saat murah, harganya antara Rp15 ribu sampai Rp20 ribu perkilo. Mahalnya itu sekitar 15 hari terakhir, tidak tahu kenapa mahalnya. Banyak yang busuk, mungkin kena hujan itu,” kata petani cabai, Amina, Kamis (16/1/2020).

Kondisi ini membuat pedagang di pasaran mengurangi jumlah penjualan. Ketika harga mahal, pedagang di pasar memilih untuk tidak menyimpan cabai dalam jumlah banyak. Jika menyetok dalam jumlah banyak, pedagang khawatir, cabai yang dijualnya tidak laku.

“Sekarangpun banyak yang busuk, karena lama mau laku. Kalau mahal pembeli menurun,” tandas Pedagang cabai di Pasar Baru, Suliyah. (lai/saw)