Singgung Keterlibatan Keluarga, Rutan Bangil Akui Sulit Lacak Tahanan Kabur

563

Bangil (WartaBromo.com) – Tiga pekan, tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Bangil Kabupaten Pasuruan kabur, belum tertangkap. Kuat dugaan, pihak keluarga menyembunyikan tahanan itu hingga sulit terlacak.

Wahyu Indarto, tak menyanggah jika tahanan kabur, semasa ia menjabat sebagai Kepala Rutan Bangil, sampai kini belum ditemukan.

Padahal berbagai upaya telah dilakukan, bahkan woro-woro berikan hadiah uang tunai Rp3 juta kepada warga yang bisa menangkap kembali tahanan itu.

Nyatanya, sayembara dengan hadiah yang disediakan dari kocek pribadinya itu, tetap saja belum bisa membantu.

Padahal, kerjasama antara warga dan pihak terkait, seperti polisi maupun petugas Rutan sendiri, terbilang sudah optimal. Tapi lagi-lagi, ikhtiar rupanya masih belum mendapatkan hasil.

Wahyu, yang kini berpindah tugas di Surabaya itu mengungkapkan hal di balik sulitnya menangkap kembali tahanan yang kabur pada Sabtu (05/01/2020) dinihari itu.

“Warga di sana juga sangat tertutup, jadi kami sulit mendapatkan informasi. Dugaan kami keluarganya juga ikut terlibat, Ia disembunyikan dan ditutup-tutupi keberadaanya oleh ibunya,” ungkap Wahyu terkait kesulitan menangkap tahanan kabur, Rabu (22/01/2020).

Tahanan itu bernama Sipaul Hadi (20) warga Desa Orobulu, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Ia merupakan tahanan titipan dari Pengadilan Negeri Bangil, menjalani proses persidangan kasus pencurian, yang didakwakannya.

Meski demikian, dari serangkaian upaya pengejaran, setidaknya sudah terdapat titik terang. Polisi rupanya telah mengendus keberadaan si Hadi.

“Tadi Kasat Reskrim Polres Pasuruan juga mengatakan, bahwa ia (Hadi) masih dalam wilayah Pasuruan,” ungkap Wahyu.

Pastinya, pekerjaan rumah yang belum terselesaikan oleh Wahyu itu harus beralih kepada Adi Wibowo, kolega penggantinya sebagai Kepala Rutan yang baru.

Sekadar informasi, Sipaul Hadi menjalani masa tahanan di Rutan Bangil sejak 9 Desember, sampai akhirnya kabur dengan memanjat dinding setinggi 4 meter.

Pelaku memanjat, menggunakan potongan kain sarung sebagai alat bantu dan tak ada seorangpun petugas yang mengetahui. (trn/ono)