Soal Jalan Mirip Jalur Trail, Begini Cara Wali Kota Probolinggo Mengatasinya

665

Kedopok (wartabromo.com) – Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin meninjau jalan mirip jalur trail di Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok pada Kamis, 23 Januari 2020. Jalur yang viral di media sosial (medsos) itu, kini dibersihkan dari lumpur.

Sejak pagi hari, alat berat eksavator di dari Dinas PUPR dan Perkim, mengeruk lumpur yang mengendap di badan jalan. Endapan lumpur yang mencapai sekitar 40 cm itu, berasal dari lahan pertanian yang terbawa air hujan.

Diketahui, Jalan aspal yang lebih rendah dari sawah mendadak jadi jalur trail.

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin pun meninjau proses itu. Sampai sejauh ini, ia masih mencoba mencari solusi agar persoalan itu tak muncul kembali. Terlebih luapan lumpur itu, berasal dari air saluran tol Paspro.

“Ya, akan kita carikan solusi agar tidak terjadi (endapan lumpur) lagi. Ini akan menjadi jalan tembus,” ujar Wali Kota Hadi Zainal Abidin.

Rencananya, Pemkot akan membangun jalan baru. Jalan itu, lokasinya di sisi utara jalan tersebut.

Adalah lahan milik Pengairan yang beralih fungsi menjadi lahan pertanian, yang bakal disasar untuk dimanfaatkan. “Insyaallah mudah-mudahan dengan kekompakan warga ini bisa terwujud,” lanjutnya.

Wali Kota Probolinggo meminta kepada Kepala Dinas PUPR dan Perkim Agus Hartadi, pembersihan segera diselesaikan. Ia kemudian memberikan instruksi, pihak kecamatan dan kelurahan menindaklanjuti rencana jalan tembus di lingkungan yang berbatasan dengan Kelurahan Sumber Wetan itu.

“Pak Lurah segera dicatat dan dikumpulkan warganya, nanti insyaallah saya akan hadir. Pelebaran jalan bila diperlukan segera dilaksanakan,” tandas politisi asal PKB itu.

Rencana itu, disambut baik oleh warga RT 1 RW 1. “Tentu disambut baik oleh warga. Karena nanti rencananya mau diaspal sama Pak Wali, lalu diplengseng juga,” kata Ketua RT 1, Neman.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, jalan tersebut dikeluhkan oleh warga. Aspalnya tertutup lumpur tebal. Mirip dengan jalur trail dan membahayakan pengguna. Karena lama tak kunjung diperbaiki, kondisi itu kemudian diunggah di media sosual olleh warga. (lai/saw)