Antisipasi Virus Corona, Kemenkes Aktifkan 100 RS Rujukan

897

Jakarta (WartaBromo.com) – Virus corona (novel corona virus/nCoV) di Cina diduga dapat menular antar manusia. Menyikapinya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, aktifkan 100 rumah sakit rujukan, yang sebelumnya digunakan pada kasus flu burung.

Diaktifkannya RS rujukan flu burung, sebagaimana keputusan Menteri Kesehatan nomor 414 tahun 2007 tersebut, ditetapkan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, pada 7 januari 2020.

Melalui Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemenkes, upaya ini sekaligus untuk mengupdate kemampuan, logistik, standar operasional prosedur, mengantisipasi hal-hal yang berkaitan dengan kasus virus corona.

Dijelaskan, aktivasi rumah sakit rujukan dimaksud, setelah Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes, dr. Anung Sugihantono, menerima pemberitaan dari Pemerintah Cina tentang indikasi penularan virus corona dari manusia ke manusia.

Waktu itu, laporan yang diterima masih pada 218 warga Cina tertular virus corona, dengan 4 kematian.

”Ini menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah. Bukan hanya pemerintah Indonesia tapi juga WHO,” kata Anung, beberapa waktu lalu.

Terkini, diperkirakan lebih 1.280 orang terinfeksi virus corona. Kasus ini diketahui lebih banyak ditemukan terjadi di Wuhan.

Meski demikian, penderita terinfeksi corona juga didapati di Makau, Hong Kong, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, hingga Thailand, serta Vietnam.

Bahkan Australia sampai Amerika Serikat tak luput ditemukan kasus virus corona.

”Kami juga meminta kepada teman-teman di RS Infeksi Sulianti Saroso untuk mengecek kesiapan dan sebagainya, dan telah dikonfirmasi, bahwa mereka sudah siap sarana prasarana sebagai RS rujukan infeksi nasional,” terangnya.

Diterangkan juga, RS Sulianti Saroso akan mengadakan webinar terhadap 100 RS rujukan. Koordinasi melalui cara online dan virtual itu, di antaranya meminta jajaran Dirjen Pelayanan Kesehatan, agar melibatkan RS swasta dalam penanganannya.

“Sebagai bagian dari penanganan bila terjadi sesuatu (penularan virus corona),” imbuhnya.

Karakteristik virus ini, oleh Kemenkes RI disebutkan mirip virus yang memicu sindrom pernapasan akut berat (SARS).

Meski belum didapatkan penjelasan resmi, sejumlah sumber mengungkapkan sejumlah metode pencegahan terhadap infeksi virus corona.

Salah satunya, dengan menjaga tenggorokan tetap lembab. Artinya, tidak dianjurkan menahan dahaga, karena begitu membran di tenggorokan kering, virus mudah menyerang ke dalam tubuh. Jangka menjangkiti, virus ini terbilang cepat, dalam waktu hanya 10 menit.

Beberapa lain, mengungkapkan, untuk mengkonsumsi air hangat sebanyak 50-80 cc, sedangkan 30-50 cc untuk anak-anak. Batas ukur ini, dimaksudkan juga, agar tidak meminum air dalam jumlah banyak/berlebihan dalam satu waktu. (red)