Setahun Menjabat, Ini Capaian Kinerja Wali Kota Probolinggo

980
Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin.

Probolinggo (wartabromo.com) – Setahun sudah pasangan Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan HMS. Subri memimpin Kota Probolinggo. Dalam kurun waktu masa jabatan ini, sejumlah capaian kinerja keduanya sudah menunjukkan hasil signifikan. Di antaranya, fokus pendidikan dan kesehatan bagi warga kota.

Di sektor pendidikan, realisasi pendidikan gratis diwujudkan dalam bentuk seragam gratis bagi 2.283 siswa. Belum lagi pengadaan komputer untuk lembaga sekolah, sebagai sarana penunjang kebutuhan pendidikan.

“Sejumlah beasiswa untuk mahasiswa yang menempuh pendidikan sarjana, juga kami berikan. Terutama bagi mereka yang berprestasi yang kurang mampu,” kata Wali Kota Hadi, Rabu (29/1/2020).

Pada Sektor kesehatan, selain pengadaan ambulans, wali kota juga berhasil merampungkan program universal health center (UHC), yang mampu mengakomodasi asuransi kesehatan bagi 237.693 jiwa, warganya.

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin.

Tak hanya itu, bapak 3 anak ini juga memberikan kemudahan bagi masyarakat Kota Probolinggo yang menjalani rawat inap di luar kota. Terutama di Malang, Surabaya, dan Jember. Di tiga kota tersebut, wali kota telah menyiapkan rumah singgah bagi keluarga pasien. Sehingga memudahkan mobilisasi mereka selama dirawat di luar kota.

“Untuk rumah sakit baru, insyaallah pembangunannya akan dimulai akhir Maret atau awal April nanti. Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat, karena dengan kebersamaan, segalanya dapat menjadi lebih mudah, sesuai dengan visi kami, Membangun Bersama Rakyat,” tegas wali kota.

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin saat cangkruk dengan warga.

Selain fokus program kerja di atas, ada sederet capain kerja lainnya yang sudah direalisasikan. Mulai dari kenaikan gaji pengemudi dan pegawai tidak tetap, call center 112, mal pelayanan publik, percepatan santunan kematian, dan pengembalian Plaza Probolinggo sebagai aset daerah.

“Semoga apa yang kami lakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Karena memang itu tujuan utamanya. Agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Bagi kami, sebuah kebijakan yang tidak dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat itu tidak ada artinya,” tandasnya.

Bertepatan dengan setahun refleksi wali kota, sejumlah kegiatan juga diadakan. Di antaranya bazar UMKM, pameran pembangunan dan pelayanan publik, hingga gelaran seni dan cangkrukan bareng warga. (lai/*)