Awas! Pesan Sampah Bisa Ambil Data Penting di Handphone

1864

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pesan sampah (spam) masih sering masuk ke handphone pengguna smartphone. Salah satunya spam chat-V yang ternyata bisa menggambil data penting di handphone.

SAFEnet, badan yang fokus membela pengguna internet akhirnya melakukan penelitian pada Oktober 2019 lalu. Pesan yang diteliti yang berbunyi seperti “Sinta, bram kirimkan foto ke kamu. Unduh MiChat untuk melihatnya. Chat-v.com/s/7gi877.”

Beberapa website keamanan seperti AccessNow, Virus Total dan URLScan digandeng untuk membongkar pesan sampah ini.

Hasilnya, beberapa situs menunjukkan aman, sedang dan memerah pertanda bahaya. Tak hanya itu, pendaftar situs juga terbongkar dengan alamat email yang berasal dari Singapura. Ada juga yang didaftarkan dengan alamat hongkong.

“Hal mencurigakan dari tautan untuk menginstall aplikasi tersebut adalah APK yang menyertainya. Ternyata ada lima APK di mana salah satunya yaitu base.apk yang ketika dicek lebih lanjut dengan situs pemindai ternyata masuk kategori merah menurut Symantec Mobile Insight,” jelas SAFENet melalui keterangan resminya.

Baca juga : Diganggu Pesan Sampah? Segera Lakukan Hal Ini!

APK tersebut, masuk dalam Android.Generisk yang mengancam privasi dan keamanan dalam android. Tak hanya itu, link pada spam chat tersebut juga bisa menimbulkan gangguan stabilitas smartphone.

“Namun, hal paling mencurigakan dalam aplikasi tersebut adalah penggunaan perintah linux “su”. Su command biasanya digunakan untuk mengubah ke pengguna lain ketika baru login,” lanjutnya.

Artinya, jika melakukan klik pada link di spam chat hingga mendownload aplikasi, maka informasi keamanan bisa terbaca. Nah, penyusup itu bisa mengubah super user pada android, meski langkah yang harus dilewati cukup panjang.

Hal ini bisa menyebabkan android tersusupi Malware bahkan bisa diretas. Meski begitu, potensi ancamannya tergolong rendah.

“Potensi ancamannya tergolong rendah dan tidak terlalu berbahaya, tetapi tetap perlu diantisipasi jika mendapatkan pesan serupa,” pungkas SAFENet. (may/ono)