Wabah Corona, Mahasiswi Probolinggo Nekat Pulang

1952

Probolinggo (wartabromo.com) – Wabah virus corona di China, menimbulkan kekhawatiran semua pihak. Tak terkecuali mahasiswa asal Indonesia, yang menempuh pendidikan di negeri tirai bambu itu. Salah satu mahasiswi asal Kota Probolinggo, sampai nekat pulang, dengan biaya sendiri.

Kejadian itu dialami mahasiswi semester tiga, jurusan Internasional Economic Bisnis Entrid, Fuzhou Univercity. Virliana Yuniar, wanita 20 tahun asal Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo ini nekat pulang.

Selama di China, Virli menempuh pendidikan di kota Fuzhou. Jaraknya dengan Wuhan, sekitar 13 jam perjalanan menggunakan kereta cepat. Namun, sejumlah warga di sekitar tempatnya kuliah, juga sudah ada yang terjangkit virus corona.

“Kalau tidak ada kepentingan mendesak tidak boleh keluar. Itupun harus menggunakan pengamanan ekstra, seperti masker dan cuci tangan sesering mungkin,” kata Virli, Kamis (30/1/2020).

Keadaan itu, membuatnya khawatir. Hingga akhirnya Virli memilih meninggalkan China. Konsekuensinya, harus menggunakan uang sendiri, untuk tiket pulang. Sebab sejauh ini, kondisinya bersama rekan se-asrama, tertekan. “Teman-teman butuh bantuan pemerintah,” imbuhnya.

Sesampainya di Indonesia, Virli sempat menjalani sejumlah pemeriksaan ketat. Namun hasilnya, tidak ada indikasi terpapar virus Corona.

Muhammad Herjik, ayah Virli, sangat bersyukur anaknya bisa pulang kembali dengan selamat. “Walaupun harus merogoh kocek sebesar Rp. 5 juta, tidak apa. Yang penting anak saya baik-baik saja,” sebutnya.

Saat di rumah, Virli sempat berhubungan dengan rekannya sesama mahasiswa asal Probolinggo. Salah satu rekannya, atas nama Arif Saifullah, asal Desa Tiris Kabupaten Probolinggo, menempuh pendidikan di Wuhan Central China Normal University, jurusan Hubungan Internasional.

Saiful, sempat menceritakan kondisi terbaru di Wuhan, pada Virli. Disebutkannya, saat ini kondisi sekitar kampus sepi. Beberapa warga nampak keluar, menggunakan masker dan pelindung diri lengkap.

Sejauh ini, wabah virus corona, menyebar luas di dataran China. Bahkan sampai merambah beberapa negara. Otoritas China mengumumkan peningkatan total kematian akibat virus corona, dari sebelumnya berjumlah 106 orang meningkat menjadi 132 orang dengan total 6.056 kasus. (lai/saw)