DPRD Probolinggo Minta Warga Bijak Menyikapi Corona

985
Mahasiswa pakai masker. Foto sebagai ilustrasi.

Pajarakan (wartabromo.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo meminta masyarakat untuk bersikap bijak dalam menyikapi virus corona. Warga diminta tidak melakukan perundungan (bullying) mahasiswa asal Probolinggo yang pulang dari negeri China.

“Masyarakat tidak usah risau dan tidak usah khawatir, jika ada mahasiswa pulang dari China. Mereka dipastikan sudah bebas dari virus corona, kan sudah diobservasi di rumah sakit. Kalaupun memang terjangkit virus corona, mereka tidak mungkin dipulangkan,” kata Moh. Amin Haddar, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Kamis, 6 Februari 2020.

Politisi PPP itu berharap pemerintah daerah lebih intensif menyosialisasikan apa yang dinamakan virus corona. Sehingga, masyarakat bisa mengenali dan mengantisipasi penyebarannya. T

idak seperti saat ini. Dimana masyarakat karena ketidaktahuannya, merundung mahasiswa yang baru pulang dari China, sumber wabah virus corona.

“Bagaimana caranya agar masyarakat tahu tentang virus corona, juga bagaimana cara mengetahui kalau terjangkit virus corona. Haruslah mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat, biar tidak ada kekhawatiran dan juga bisa tahu kalau mahasiswa yang pulang ke daerah, negatif virus,” ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Probolinggo itu.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Lukman Hakim, politisi asal PKB. Ia mengatakan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, 25 mahasiswa yang pulang dari China bebas dari virus corona. Sehingga tidak perlu dikhawatirkan akan menularkan penyakit mematikan tersebut.

“Masyarakat tidak boleh mengunjingkannya. Tetapi harus mendukung dan bersyukur punya tetangga atau famili yang berkuliah di luar negeri. Mereka mahasiswa yang pintar-pintar, terbukti dengan beasiswa yang diterimanya. Aset daerah yang harus didukung oleh segenap lapisan masyarakat Probolinggo,” terang Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo itu.
S

ebagaimana diwartakan sebelumnya, gelombang eksodus mahasiswa asal Kabupaten Probolinggo yang berkuliah di China terus terjadi. Setidaknya sudah ada 25 mahasiswa yang pulang pasca wabah virus Corona merebak. (cho/saw)