Polisi Dalami Keterlibatan Apotek terkait Kasus Sabu di Taman Dayu

1207

Pasuruan (WartaBromo.com)- Satreskoba Polres Pasuruan terus memburu jaringan pembuat sabu-sabu (SS) di sebuah rumah kontrakan di komplek The Taman Dayu, Pandaan.

Selain mengejar pemasok bahan baku, polisi juga mendalami kemungkinan keterlibatan apotek dalam kasus yang membuat heboh publik ini.

“Ini masih kami kembangkan ke jaringan yang menjual prekursor atau bahan yang ketika itu digabungkan, bisa menjadi sabu-sabu atau narkotika golongan satu,” terang Kapolres Pasuruan AKBP. Rofiq Ripto Himawan.

Secara khusus, pihaknya juga melakukan pendalaman terhadap kemungkinan keterlibatan apotek dalam kasus ini. Pasalnya, beberapa bahan yang didapat dari lokasi merupakan obat-obatan yang termasuk dalam daftar G.

“Sehingga proses peredarannya (obat daftar G) tidak bisa sembarangan. Ini harus dengan resep dokter. Bagaimana mungkin barang yang harus dengan resep dokter, mereka (tersangka) bisa dapatkan tanpa memiliki legalitas kefarmasian,” jelas Kapolres.

Sejumlah barang bukti bahan sabu di Taman Dayu.

Beberapa barang bukti yang banyak ditemukan di lokasi penggerebekan adalah red fosfor. Menurut Kapolres, barang tersebut biasa dijumpai di pusat-pusat layanan kesehatan.

“Ini yang masih kami dalami. Apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Karena stoknya juga terlalu banyak,” jelas Kapolres saat jumpa pers di Taman Dayu, Senin (17/02/2020).

Sebelumnya, Satreskoba Polres Pasuruan menggerebek rumah produksi SS di perumahan Hunian Alam Sejahtera (HAS) Taman Dayu, Pandaan.

Kapolres menyebutkan, penggerebakan tersebut merupakan rangkaian dari pengembangan sebelumnya. Total tujuh tersangka dari rangkaian “operasi” ini.

Lima di antaranya berperan sebagai bandar. Sementara dua lainnya bertugas sebagai produsen. “Mereka bisa diancam minimal 4 tahun penjara, 20 tahun atau seumur hidup,” jelas Kapolres. (don/asd)