Cinta Dikhianati, Celurit Beraksi

3578

Probolinggo (wartabromo.com) – Solehudin alias Soleh (29), warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, memilih cara barbar ketika cintanya dikhianati. Celurit ia gunakan untuk menganiaya pria yang diduga merusak rumah tangganya.

“Dia selingkuh dengan istri saya. Saya pernah melihatnya (korban) membonceng, masuk ke kos-kosan. Saat di rumah, saya tanya ke istri, dia tidak mengaku, Pak. Terus saya coba lihat HP-nya, tapi fotonya sudah dihapus,” kata Soleh saat diinterogasi oleh Kapolres Probolinggo Kota, AKBP. Ambariyadi Wijaya pada Rabu, 19 Februari 2020.

Soleh kemudian memilih menyanggong tempat kerja korban di pabrik garmen PT Ciwulan Mandiri Jalan Anggrek Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, ketika tak puas dengan jawabannya Endang, istrinya. Dengan menggunakan jasa ojek, ia tiba di depan pabrik sekitar pukul 16.00 WIB. Ia membawa karung beras berisi celurit yang ia ambil dari rumah orangtuanya di Desa Kelopak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.

Tiga puluh menit kemudian, pelaku melihat korban hendak keluar dari dalam pabrik. Sesampainya di pagar, korban langsung disabet oleh pelaku dengan menggunakan celurit. Setidak 2 kali, senjata tajam itu mengenai tubuh korban, yakni perut dan pinggul. Mendapat serangan mendadak, korban lari ke arah pos polisi Pilang.

“Dua kali saya sabetkan,” tutur ayah 1 anak itu.

Pelaku berusaha mengejar korban. Namun karena banyak warga, niat itu diurungkan. Ia memilih kabur ke arah utara dan membuang celurit ke bawah truk yang tengah parkir. Ayah 1 anak itu, juga membuang jaket berlumuran darah ke sungai.

“Sebenarnya menyesal, tapi bagaimana lagi. Dia merusak rumah tangga,” kata pria yang sudah membina rumah tangga selama 10 tahun itu.

Di lokasi yang agak jauh, ia berputar arah ke selatan. Lalu saat berada di Jalan Mastrip Kelurahan / Kecamatan Kedopok, pelaku bertemu temannya. Oleh temannya ia disarankan untuk menyerahkan diri. Dengan berboncengan, mereka berdua menuju Polsek Kademangan. Namun, ketika sampai di Taman Maramis di Jalan A.A. Maramis Kelurahan/ kecamatan Kanigaran, diamankan oleh polisi.

Soleh mengakui jika dalam 1 tahun terakhir, ia dan istrinya bermasalah dalam rumah tangga. Meski tinggal dalam 1 rumah, keduanya pisah ranjang. Ia juga mengaku curiga dengan polah istrinya.

“Kami pisah ranjang, namun tetap tinggal di rumah yang sama,” ungkap karyawan toko bangunan itu.

Pelaku sendiri berhasil diidentifikasi oleh polisi dari rekaman cctv milik PT Ciwulan Mandiri

“Kalau dari keterangan pelaku, hendak menyerahkan diri. Namun kepergok oleh anggota yang sudah mengindentifikasi pelaku,” terang AKBP. Ambariyadi Wijaya selaku Kapolres Probolinggo Kota. (saw/saw)