Diterjang Banjir, Jalan Alternatif Pantura Probolinggo Menjadi Licin dan Berbahaya

780

Dringu (wartabromo.com) – Pasca banjir luapan kali dringu, di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, warga gotong-royong membersihkan sisa lumpur yang masih mengendap. Sisa lumpur yang menutupi jalan alternatif pantura Probolinggo membahayakan pengendara.

Lumpur mengendap di sekitar pemukiman warga dan jalan alternatif. Ketebalan lumpur, mencapai atas mata kaki orang dewasa atau sekitar 30 sentimeter.

Tebalnya endapan lumpur di jalur alternatif pantura Probolinggo, membuat pengendara harus melintas ekstra hati-hati. Pengendara roda dua yang melintas, banyak yang terpeleset karena lumpur sangat licin. Selain itu, roda empat yang melintas di jalan tersebut juga kesulitan.

“Licin sekali tadi, sampai kopling hangus. Tidak tahu, kalau jalan ini usai diterjang banjir,” kata sopir bawang merah, Buamat, Rabu (19/2/2020).

Untuk membantu pengendara yang hendak berangkat kerja dan sekolah, warga sekitar pun kerja bakti. Mereka menepikan endapan lumpur yang begitu licin.

Sebelumnya, pasca banjir surut malam tadi, rumah-rumah warga sudah dibersihkan. Sementara lumpur yang ada di jalan desa dan jalur alternatif pantura, masih dibiarkan.

“Kerja bakti pak, banyak pengendara yang terpeleset. Utamanya anak sekolah dan orang mau berangkat kerja,” kata salah satu warga, Pradito Dwiki.

Banjir bandang luapan kali dringu, terjadi lantaran tingginya debit air. Selain itu, tanggul penahan tepian kali atau parepet, jebol. Sejauh ini BPBD Kabupaten Probolinggo, meninjau lokasi dan membangun tanggul sementara menggunakan bronjong. Sebagai antisipasi apabila terjadi banjir susulan.

Kalaksa BPBD, Anggit Hermanuadi menyebut, tanggul yang jebol merupakan tanggul darurat. Sebab hanya berupa tatanan karung pasir saja.

“Karena itu kami antisipasi dengan tanggul sementara, karena kalau permanen perlu waktu,” katanya.

Malam sebelumnya, banjir luapan kali dringu merendam dua desa. Ratusan rumah warga terdampak banjir ini. Banjir luapan kali dringu dengan kondisi seperti ini, sudah lama tidak terjadi. Berdasar keterangan warga, banjir semacam ini terakhir terjadi pada 2010 silam. Ketika itu, banjir meninggalkan lumpur tebal pasca banjir. (lai/saw)