Gaji Turun, Buruh PT Sari Rajut Demo

10012
Ilustrasi buruh berunjuk rasa.

Pandaan (WartaBromo.com) – Ratusan karyawan PT. Sari Rajut Indah melakukan aksi demo di depan perusahaan, Jumat (21/02/2020). Mereka menuntut upah yang selama ini diberikan, harus sesuai Upah Minimum Regional (UMR).

Sebanyak 250 karyawan berjalan kaki sepanjang 2 kilometer dari bundaran Apollo hingga depan pabrik. Dengan membawa spanduk berisi tuntutan, mereka menyuarakan aspirasi sejak 08.30 WIB.

Aksi yang melibatkan Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SP TSK SPSI) ini membawa beberapa tuntutan. Di antaranya soal upah yang tidak sesuai UMR, bahkan turun.

“Untuk tuntutan gaji, sebenarnya karyawan masih bisa mentolerir kalau tidak sampai di angka 4. Cuman harusnya kan stagnan di angka 3 bukannya malah turun,” ujar Suwasono, Sekretaris Serikat Pekerja.

Pria bertopi ini mengungkapkan, bahwa gaji karyawan pada tahun 2019 Rp3,8 juta. Namun, bukannya naik, upah pekerja malah turun drastis menjadi Rp2,6 juta.

“Seharusnya kan kalau tidak mampu bisa melakukan pengajuan penangguhan secara resmi, tapi itu tidak dilakukan,” ungkapnya.

Padahal kata Suwasono, manajemen telah mengakui jika cash flow perusahaan sedang tidak baik. Kerugian juga tak jarang dialami. Padahal, produksi berjalan terus dengan tenaga dari pekerja ini.

“Kami sudah ada perundingan dengan mereka (manajemen perusahaan) di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Pasuruan,” lanjutnya.

Bahkan perundingan sudah dilakukan hingga 10 kali pertemuan. Namun tidak membuahkan hasil, hingga tercetuslah aksi ini.

Selain menuntut soal upah, pekerja juga meminta rekan-rekannya yang di-PHK segera dipekerjakan kembali. Jikalau tidak sanggup membayar upah, para karyawan berharap, perusahaan bisa memberi pesangon sesuai dengan peraturan yang ada.

Sampai saat ini aksi tersebut masih berlangsung. Meski aksi ini dilakukan ratusan pekerja, sejauh ini lalu lintas depan pabrik terlihat lancar dan terkendali.

Belum ada tanggapan dari manajemen pabrik hingga berita ini ditulis. (nul/may)