Menolak Lupa! Sederet Pernyataan Menteri yang Bikin Geregetan

1148

Jakarta (WartaBromo.com) – Selama berjalannya Kabinet Indonesia Maju, berbagai kebijakan hingga pernyataan kontroversial datang dari berbagai menteri. Beberapa pernyataan malah jadi perbincangan warga hingga viral.

Ada beberapa pernyataan kontroversial para menteri yang telah dirangkum WartaBromo. Berikut:

  1. Penggunaan cadar bagi PNS – Menteri Agama

Pernyataan terkait penggunaan cadar di lingkungan pemerintahan ini tercetus dari Menteri Agama, Fachrul Razi. Pernyataan ini dilontarkan pada Rabu 30 Oktober 2019 lalu.

“Kalau instansi pemerintah kan memang sudah jelas ada aturannya, kalau kamu PNS memang boleh pakai tutup muka?” tanya Fachrul.

Selain soal cadar, celana cingkrang juga turut dipersoalkan. Sebab melanggar cara berpakaian ASN.

  1. “Hilangnya” Harun Masiku – Menteri Hukum dan HAM

Harun Masiku, tersangka suap di Komisi Pemilihan Umum (KPU) lolos dari penangkapan KPK. Lalu pada 6 Januari lalu, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly memberi pernyataan terkait hal ini. Harun disebut-sebut masih di luar negeri.

“Pokoknya belum di Indonesia (Harun),” jelasnya dinukil dari Tempo.

Padahal Harun telah kembali ke Indonesia. Usut punya usut, Yasonna mengungkap jika ada masalah pada imigrasi. Data tidak terkirim ke server lokal dan pusat data imigrasi. Vendor disebut-sebut lupa menghubungkan data perlintasan pada PC konter terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, dengan server lokal Bandara dan Imigrasi.

“I swear to God, itu karena error,” tandasnya.

  1. Menteri Kesehatan Salahkan Warga yang Mau Beli Masker Mahal

Baru-baru ini, bahkan hingga sekarang, wabah corona masih menghantui Cina dan berbagai negara. Harga masker pun turut melambung tinggi karenanya.

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto tak heran jika harga masker melambung. Bahkan Ia menyalahkan warga karena mau-mau saja beli masker saat harga sedang tinggi.

“Salahmu sendiri kok beli ya,” tegasnya dinukil dari Kompas.

Terawan menilai, hanya orang sakit yang harus menggunakan masker. Sedangkan orang sehat, tidak perlu karena masker berfungsi supaya penyakit tak menular.

“Enggak usah (pakai masker, red). Masker untuk yang sakit,” singkatnya.

  1. Pensiunan PNS terima uang Rp 1 Miliar – Menteri PAN-RB

Tjahjo Kumolo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sempat memberikan usulan pada Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Saya juga sudah meminta kalau begitu ASN pensiun, itu kalau bisa minimal dapat Rp 1 miliar,” jelasnya pada Tempo, 17 Februari 2020.

Sontak pernyataan ini jadi perhatian warganet. Bahkan sempat jadi trending topic di Twitter. Hingga kemudian Tjahjo meralat pernyataannya. Menurutnya itu hanya harapan, bahkan ada beberapa point yang disebut salah ketik.

“Syukur-syukur ASN yang pensiun dapat kompensasi tabungan pensiunannya bisa mencapai Rp 1 miliar, yang saat ini baru mencapai puluhan juta rupiah,” ralatnya.

  1. Orang Kaya Wajib Nikahi Orang Miskin – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan memberikan usulan fatwa baru terkait pernikahan kepada Menteri Agama. Usulannya yakni fatwa orang kaya harus menikah dengan orang miskin. Begitu pun sebaliknya.

Usulan ini disampaikan Muhadjir Effendy saat rapat kerja kesehatan nasional. Muhadjir menyebut, konsep setara seperti yang diajarkan agama, banyak disalah tafsirkan.

“Apa yang terjadi? Orang miskin cari juga sesama miskin, akibatnya ya jadilah rumah tangga miskin baru, inilah problem di Indonesia,” jelasnya dinukil dari Tempo.

Tingginya angka kemiskinan kata Muhadjir bisa teratasi dengan cara ini. yaitu calon istri atau suami yang lebih kaya.

“Yang miskin wajib cari yang kaya, yang kaya cari yang miskin,” tegasnya.

Dari kelima Menteri tersebut, kebijakan atau pernyataan apa yang kamu setujui bolo? (may/ono)