Diterjang Banjir Parah, Pemkab Dirikan Dua Dapur Umum

746
SIDAK: Wabup Pasuruan KH. Mudjib Imron menyerahkan bantuan kepada korban banjir, Kamis (27/02/2020).

Pasuruan (WartaBromo.com)- Curah hujan yang sangat tinggi disertai angin kencang pada Rabu (26/02/2020) siang, mengakibatkan banjir di 5 kecamatan di Kabupaten Pasuruan.

Lima kecamatan tersebut diantaranya Kecamatan Beji, Kraton, Winongan, Rejoso dan Grati. Masing-masih dengan ketinggian beragam.

Plt Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Pasuruan, Tectona Jati mengatakan, rata-rata ketinggian air mencapai 20-40 sentimeter.

Hanya saja, banjir di Desa Kedawung Kulon, Kedawung Wetan, serta Desa Prodo dan Bandaran, Kecamatan Winongan adalah banjir paling parah, di mana ketinggian air mencapai 1 meter.

“Kalau yang parah ya pas malam hari. Sekarang masih ada genangan, tapi sudah mulai surut sedikit demi sedikit. Semoga saja segera surut total hari ini,” kata Tecto di sela-sela mendampingi Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron dalam sidak banjir di Grati, Kamis (27/02/2020).

Total, setidaknya hampir 3000 KK (rumah) yang terendam banjir. Khusus yang di Desa Selotambak dan Bendungan, Kecamatan Kraton sudah surut, sehingga masyarakat dapat kembali melakukan aktivitas seperti biasa.

Kata Tecto, banjir kali ini disebabkan curah hujan yang sangat tinggi di wilayah atas, seperti Purwodadi, Lawang, dan sekitarnya.

“Semoga saja hari ini tidak turun hujan. Tapi kami selalu mengingatkan warga untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi banjir ini,” ungkapnya.

Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron menyatakan, untuk mensuplai kebutuhan korban banjir, Pemkab mendirikan dua dapur umum. Masing-masing berada di kantor PMI (Palang Merah Indonesia) di Bangil dan di Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan.

Dari dapur umum tersebut, lebih dari 950 nasi bungkus dari PMI sudah didistribusikan ke warga terdampak di Kecamatan Winongan, serta 1500 nasi bungkus dari Dinas Sosial juga sudah dibagikan untuk warga terdampak di Kecamatan Grati dan Rejoso.

“Yang paling penting adalah kebutuhan makanan dan minuman. Ini yang paling vital dan harus segera dipenuhi untuk seluruh warga terdampak. Kalaupun ada yang mengatakan bahwa bantuan tidak merata, segera disampaikan ke kecamatan atau kelurahan maupun desa, nanti akan kita koordinasikan segera,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wabup juga ikut “Nyebur” bersama Kepala Pelaksana BPBD Propinsi Jawa Timur, Suban Wahyu Diono. Mereka berdua berkeliling ke tiga desa terdampak, yakni Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati; Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, serta Desa Bandaran, Kecamatan Winongan.

Tak hanya berkeliling saja, Wabup dan Suban membagikan ratusan mie instant, nasi bungkus hingga M-PASI (makanan pendamping ASI) ke warga terdampak.

Wabup menegaskan bantuan kepada warga terdampak akan terus diberikan. Mulai dari makanan, minuman, sampai obat-obatan.

“Kami siap mendampingi warga terdampak. Namanya juga bencana, ini di luar dari kemampuan kita. Yang penting, saya pastikan warga dalam keadaan baik-baik saja. Tidak ada korban jiwa, semuanya selamat,” terangnya. (mil/asd)