Gunung Semeru Semburkan Awan Panas Sejauh Tiga Kilometer

1889

Lumajang (WartaBromo.com) – Gunung semeru mengalami peningkatan aktivitas selama beberapa hari terakhir. Terpantau pada Selasa (3/3/2020) petang, Gunung tertinggi di pulau Jawa itu luncurkan awan panas sejauh 3 kilometer.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Geologi Kementerian ESDM pada 4 Maret 2020, selama Februari hingga awal Maret ini, letusan terus menerus terjadi di gunung Semeru. Ketinggian kolom letusan berkisar antara 300-500 meter di atas puncak.

“Berwarna kelabu hitam disertai hembusan gas menerus berwarna putih tipis dari arah kawah Jonggring Seloko,” jelas Badan Geologi.

Sementara itu sejak 26 Februari lalu, sinar api dengan ketinggian 10 – 50 meter juga terlihat dari Kawah Jonggring Seloko. Guguran lava pijar dengan jarak luncur 500-1000 meter juga menyertai, kea rah Besuk Kembar, Besuk Bang dan Besuk Kobokan.

Baca Juga :   PPDB SMA/SMK Jatim Sistem Zonasi Dihentikan Sementara

“Pada 3 Maret 2020 terjadi satu kali awan panas guguran dari ujung aliran lava kea rah Besuk Kembar dan Besuk Bang sejauh 2.250 m atau 3 kilometer dari kawah puncak,” lanjutnya.

Aktivitas kegempaan di Semeru juga tercatat masih tinggi. Gempa letusan rata-rata terekam 11 kejadian per hari. Sementara Gempa Hembusan rata-rata 6 kejadian per hari. Lalu gempa guguran tercatat 7 kejadian per hari.

“Tingkat kejadian Gempa Guguran meningkat pada akhir Februari dan guguran lava terekam mulai tanggal 26 Februari 2020. Interval gempa letusan rata – rata terjadi setiap 1 jam sekali dan masih berpotensi terjadi letusan,” paparnya.

Meski begitu sampai saat ini Semeru masih ada dalam level II atau Waspada. Tidak terdeteksi adanya peningkatan potensi bahaya. Hanya saja, warga dilarang melakukan aktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif, dan sejauh 4 kilometer di sektor lereng selatan-tenggara. Tempat luncuran awan panas guguran. (may/ono)