Kreatif, Celengan Cantik Berbahan Koran Bekas Ini Dibuat Oleh Napi

1134

Pasuruan (wartabromo.com) – Penjara tak membatasi jiwa kreatif. Seperti dilakoni seorang narapidana (Napi) asal Sidoarjo dengan berkreasi membuat celengan cantik berbahan koran maupun kertas bekas.

Berada di Lapas IIB Pasuruan, Andi Yuda (29), semangat kreativitasnya semakin berkembang. Napi kasus Narkoba ini tetap menunjukkan semangat hidup saat berada di balik jeruji besi.

Dengan dorongan pihak Lapas, Yuda dan dibantu oleh 4 teman lainnya mampu membuat celengan cantik, mulai motif logo sepakbola, superhero, hingga karikatur wajah seseorang.

Diakui, Yuda mengenal kerajinan celengan limbah kertas ini jauh sebelum terjerat hukum. Berawal dari tidak adanya pekerjaan dan kegiatan di rumah.

Kala itu, ia berpikir untuk memanfaatkan kertas bekas menjadi karya seni yang bisa menghasilkan uang.

“Daripada nganggur di rumah, diem di kamar, nggak ada kegiatan. Kebetulan banyak koran bekas di kamar, yah saya manfaatin,” tutur Yuda mengenang awal mengenal membuat celengan, Rabu (4/03/2020).

Nah, kreativitasnya tak terhenti meski berada di dalam penjara. Saat pertama membuat celengan di dalam Lapas, Yuda sempat mendapat apresiasi dari sejumlah pihak.

Hal itu mengangkat mental, sehingga ia kian termotivasi untuk terus berkarya, mengembangkan diri dengan membuat berbagai motif yang banyak diminati oleh kelompok muda.

Yuda Cs terus berkembang, di antaranya dengan membuat karakter wajah hingga celengan nuansa islami, semisal berupa kerudung hingga orang bersujud. Menurut Yuda, karakter islami juga menjadi pilihan karena Pasuruan kental dengan sebutan kota santri.

Sambutan pasar pun cukup positif. Selain banyak mendapat pesanan dari keluarga maupun teman saat menjenguk di Lapas, ia juga banyak mendapat pesanan dari dalam maupun luar kota via online.

“Yang pesan bisa dari luar kota, mulai dari Nganjuk hingga Kalimantan,” ujar Yuda.

Diungkapkan, setidaknya selama 6 bulan terakhir mulai tingkatkan produksi. Bahkan, saat ini Yuda dan 4 teman lainnya bisa membuat 10 celengan setiap harinya.

Dengan tingkat kerumitan yang tinggi, pembuatan celengan unik ini perlu ketelitian dan kecermatan, terlebih pada saat pembentukan wajah dan karakter yang diinginkan oleh pembeli.

“Tingkat kesulitan pembuatan celengan ini ada pada pembentukan wajah dan karakter yang diinginkan,” ucap Yuda.

Belakangan disebutkan, Yuda sebelum menjadi penghuni Lapas, ternyata juga terampil membuat ragam produk kerajinan lain.

Hasil keterampilan yang ia buat juga cukup bervariasi, seperti handycraft berupa miniatur kapal pesiar, yang dibuat di rumahnya di Sidoarjo.

Mengetahui bakat Yuda, pihak Lapas pun membuka peluang dengan memberikan bahan-bahan dan peralatan yang dibutuhkannya.

“Diberikan bahan-bahan dan diberikan tempat kerja (bengkel kerja di dalam Lapas),” lanjut Yuda, yang sudah menghuni lapas sekitar 1,5 tahun lamanya.

Kalapas IIB Pasuruan Wahyu Indarto mengatakan, pihaknya sangat mendukung kreativitas warga binaan. Ia berharap kreativitas tersebut bermanfaat bagi mereka saat menghirup udara bebas.

“Banyak kegiatan keterampilan di sini, salah satunya pembuatan celengan. Kami berharap dapat terus menularkan ke warga binaan lain. Itu akan kita fasilitasi, bahan-bahannya dan membantu penjualan,” kata Wahyu.

Fasilitas dan dukungan yang diberikan pihak Lapas salah satunya dengan menyiapkan stan khusus untuk karya para Napi.

“Selain dari media online, kami juga buka stand saat ada pengunjung lapas,” ujar Wahyu. (don/ono)