Teno : ASN Jangan Harap Libur, Wong Kerja di Kantor Aja Gak Beres

5618

Pasuruan (WartaBromo.com) – Antisipasi penyebaran corona, Pemerintah Kota Pasuruan liburkan sekolah. Meski demikian, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Pasuruan tetap bekerja seperti biasa.

Raharto Teno Prasetyo, Plt Wali Kota Pasuruan mengatakan meski instansi sekolah diliburkan, pelayanan Pemkot Pasuruan tetap berjalan seperti biasa. Artinya, ASN di Kota Pasuruan tetap masuk.

“ASN jangan harap libur. Wong kerja di kantor aja gak beres, apalagi di rumah,” ujar politisi PDIP tersebut.

Teno menambahkan, meski Menteri PAN-RB mengimbau ASN working from home atau bekerja di rumah, imbauan tersebut hanya dilakukan secara lisan. Artinya belum ada edaran supaya ASN harus bekerja di rumah.

Ia sendiri mengetahui terkait imbauan Menpan RB bahwa ASN diperbolehkan bekerja dari rumah. Tetapi hal itu tidak serta merta, melainkan dengan tanggung jawab masing-masing dan diawasi serta diatur apakah pekerjaan itu bisa dilakukan di rumah ataukah tidak.

“Saat ini pun di kementerian, meski ada imbauan seperti itu, tetapi semua masuk seperti biasa,” ujarnya.

Sebab, menurut Teno, saat ini bersama merebaknya COVID-19 di Indonesia, ASN memiliki tugas sangat berat. Di antaranya tetap optimal melayani masyarakat serta memberi edukasi yang lengkap tentang bagaimana endemi corona.

Teno kembali menegaskan bahwa untuk masalah ASN, Pemkot hanya patuh pada peraturan. Selama belum ada surat dari Menpan RB yang menyatakan agar ASN diliburkan, maka ASN di Pemkot Kota Pasuruan tetap masuk seperti biasa.

“Kecuali dari Kemenpan RB ada surat turunan dan itu perintah langsung, tembusan Kemenpan RB, Kemendagri, dan diserahkan kepada gubernur dan gubernur meneruskan kepada kami, baru kami akan memberikan masa melakukan pekerjaan di rumah,” imbuhnya.

Selain itu, saat melakukan press conference, Teno juga menyampaikan berbagai poin penting terkait antisipasi corona. Satu di antaranya mengimbau setiap instansi menjaga kebersihan kantor, dengan membersihkan gagang pintu dan berbagai peralatan kerja.

“Menunda kegiatan sifatnya pengumpulan dengan massa, termasuk rapat baik indoor maupun outdoor sampai covid mereda,” tandasnya. (tof/may/ono)