ABK Nelayan Meninggal Mendadak di Tengah Laut

729

Mayangan (wartabromo.com) – Seorang anak buah kapal (ABK) nelayan di Probolinggo, tiba-tiba meninggal dunia aaat sedang mencari ikan di perairan utara Probolinggo. Sempat ada dugaan, korban terjangkit corona. Penanganan pun, dilakukan sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Korban meninggal atas nama Syamsir, pria 63 tahun, asal Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Sebelumnya, korban datang ke kawasan Probolinggo, sekitar empat hari lalu.

“Lalu diajak ke Pulau Gili dan bekerja di sana. Tepatnya di kapal nelayan,” kata Kades Pulau Gili, Suparyono, Selasa (24/3/2020).

Korban diketahui meninggal dunia, Selasa dini hari. Tepatnya sesaat sebelum nelayan menebar jala untuk menangkap ikan. Ketika itu, korban usai bercengkrama dengan ABK lainnya lalu terlelap tidur.

“Waktu mau dibangunkan untuk menebar jala itulah, diketahui kalau sudah meninggal,” imbuh Suparyono.

Kejadian itupun, dilaporkan pada otoritas setempat. Satpolair Polres Probolinggo, paramedis dari Klinik KKP Kelas II Probolinggo, Kamladu dan Polsek Mayangan, segera mengamankan kapal beserta seluruh ABK di atasnya.

“Tindakan ini sudah sesuai protokol kesehatan yang berlaku. Sebagai salah satu antisipasi dan kewaspadaan terhadap wabah corona,” terang Kasatpolair Polres Probolinggo, AKP Slamet Prayitno.

Namun berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis pada jenasah korban, tidak ditemukan tanda yang mengarah ke infeksi akibat virus corona. Begitupun dari hasil pemeriksaan pada ABK lain, di kapal nelayan tersebut. Seluruh anggota dipastikan tidak terjangkit corona.

“Sebagai antisipasi, tetap kami sterilkan seluruh kapal, beserta ABK nya. Kami semprot disinfektan,” ujar Slamet.

Jasad korban, kemudian dibawa kembali ke Pulau Gili, untuk disemayamkan. Setelah sebelumnya, disemprot dengan cairan disinfektan. (lai/saw)