PAC Muslimat NU Bangil Gelar Penyemprotan Desinfektan

1500
MUSLIMAT PEDULI: Ketua PAC Muslimat NU Bangil, Dr Hj Laili Abidah melakukan penyemprotan desinfektan disaksikan pengurus muslimat dan juga Kades Raci, Mohammad Tomo (baju putih)
Dr Hj Laili Abidah: Ini Gerakan Inspiratif Muslimat untuk Ummat

Pasuruan (Wartabromo.com) – Gerakan pencegahan agar wabah Covid-19 tidak semakin meluas juga dilakukan unsur Muslimat NU Bangil. Jamiyah yang terdiri dari ibu-ibu Muslimat ini giat melakukan penyemprotan massal sampai ke ranting-ranting (desa).

Gerakan penyemprotan desinfektan secara massal ini diinisiasi PAC Muslimat NU Bangil. Ketua PAC Muslimat NU Bangil, Dr Hj Laili Abidah S.Ag MM langsung terjun sendiri ke ranting-ranting.

Lokasi pertama yang disemprot adalah ranting Raci. Ia mengajak beberapa pengurus muslimat lainnya, seperti Wakil ketua Hj Hunainah, bendahara Nurulita, Ketua ranting Raci Fuadah. Tampak hadir mendampingi Kepala Desa Raci, Mohammad Tomo.

“Apa yang kami lakukan ini dalam upaya menjaga supaya anggota Muslimat Ranting khususnya dan ummat pada umumnya tidak terkena serangan virus Corona,” tegas Laili Abidah di lokasi, Senin pagi (30/3).

PERSIAPAN: Hj Laili Abidah bersama pengurus Muslimat NU Bangil dan ranting, kades Raci serta petugas bersiap-siap melakukan penyemprotan desinfektan.

Lokasi yang bakal disemprot desinfektan sebanyak 26 ranting. Dari jumlah itu akan dilakukan penyemprotan secara bertahap. Dibagi 13 ranting dalam satu hari. Dimulai dari zona timur ke barat. Dan 13 ranting lainnya di hari kemudian.
Setiap ranting sudah terkoordinasi jauh hari. Sehingga, setiap ranting sudah siap dan prepare dalam melaksanakan tugas ini.

Dalam menjalankan tugas kemasyarakatan ini, Abidah menegaskan dananya diperoleh secara mandiri. Misalnya mendapatkan bantuan dari anggota DPR RI dari PKB, Hj Anisah Syakur, bantuan wakil sekretaris DPW PKB Provinsi Jawa Timur, Hj Laili Abidah. Jurigen disiapkan oleh PAC. Kemudian ranting menyiapkan tenaga dan alat semprotnya. Bantuan tenaga juga disupport GP Ansor dan Babinsa.

“Alhamdulillah, tadi di Raci juga dibantu bapak-bapak Babinsa juga. Masyarakat sangat bersyukur sekali, karena masih banyak yang belum tersentuh oleh pemerintah. Swadaya tenaga dari masyarakat Bangil luar biasa,” tegasnya.

Ranting-ranting yang mendapat fasilitas semprot desinfektan tersebar di beberapa wilayah. Mulai Bangil, Rembang, Beji, Gempol, Pandaan, dan Prigen. Rata-rata per ranting yang disemprot sekitar 200 rumah anggota.

SUPPORT PAC: Para pengurus PAC Muslimat NU Bangil menyiapkan jurigen untuk didistribusikan ke ranting ranting agar dilakukan pengisian desinfektan dan penyemprotan.

“Ini adalah gerakan inspiratif dari Muslimat untuk ummat,” tegas Ketua PAC Muslimat yang juga dosen Pasca Sarjana Darul Lughoh Waddakwah Bangil ini.

Inspirasi ini menurutnya diharapkan bisa dicontoh oleh Muslimat lain atau kelompok masyarakat yang lain. Sebab, ketika muncul musibah merebaknya virus Corona (Covid-19), hampir semua sendi ekonomi masyarakat lumpuh. Masyarakat menjadi mati gaya. Bahkan, bingung mau melakukan apa.
“Sehingga, kehadiran Muslimat NU Bangil ini tetap dirasakan dampaknya oleh ummat dan masyarakat,” harapnya.

 

KLINIK GRATIS: Selain sibuk di Muslimat, Abidah juga membuka klinik Abidah Family Care secara gratis yang dibuka setiap hari Minggu.

Selain itu, pihaknya juga mendorong ada pendataan dari masing-masing ranting. Formulir juga sudah disediakan oleh Muslimat wilayah Jawa Timur. Sehingga, diharapkan masing-masing muslimat benar-benar siap siaga mewaspadai serangan dari virus mematikan ini.

Sosok Abidah sendiri sudah dikenal di kalangan aktivis perempuan di Bangil. Selain bergelut di Muslimat, ia juga berhidmat untuk ummat. Hal ini bisa dilihat dari sepak terjangnya sebagai direktur Klinik Peduli “Family Care” di Bangil secara gratis. Di klinik itu, Abidah melayani Posbindu (Pos Binaan Terpadu) dan T2K (timbang, tensi dan konsultasi dokter). Klinik dibuka setiap hari Minggu pukul 08.00-10.00 WIB.

“Kalau dilihat dedikasinya, beliau sebenarnya sudah pantas untuk menjadi wakil kita di dewan maupun di eksekutif nantinya. Karena pengabdiannya benar-benar untuk ummat,” ujar Hj Hunainah. (day/*)