Tidak Ada Titik Terang Kebakaran Sebaung

692

Kraksaan (wartabromo.com) – Polres Probolinggo kesulitan mengungkap asal muasal kebakaran di Desa Sebaung, Kecamatan Gending pada Kamis (19/3/2020). Meski ada 5 korban tewas, polisi belum menyentuh keluarga pemilik ruko.

Dua belas hari sejak kebakaran ruko terjadi, polisi baru memeriksa 3 saksi. Mereka adalah karyawan pemilik ruko sekaligus pom mini. Belum menyentuh keluarga pemilik ruko yang terbakar.

Pemiliknya, Ladiyo belum sempat dimintai keterangan karena meninggal ketika menjalani perawatan di RS Saiful Anwar Malang.

“Sementara ini, masih 3 orang sebagai saksi saja yang diperiksa. Untuk pemeriksaan pihak keluarga pemilik pom mini, masih belum. Karena pihak pemilik pom mini masih berduka, jadi belum berkenan,” kata Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP. Rizky Santoso pada Senin, 30 Maret 2020.

Rizky mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman. Sebab ada dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM). Itu terindikasi dari ledakan yang timbul dalam kebakaran tersebut. Apalagi korbannya cukup banyak, yakni 5 meninggal dan puluhan orang alami luka bakar.

Pihaknya telah mengamankan sejumlah drum yang masih berisi BBM. Selain drum berisi BBM, sisa-sisa ledakan juga diamankan. Termasuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Perkara yang mengakibatkan kematian seorang kita tidak akan diam begitu saja. Tetap akan ditindaklanjuti perkaranya. Hanya butuh waktu. Hasilnya nanti akan kami sampaikan,” tutur Rizky saat dikonfirmasi via seluler.

Diketahui, kebakaran ruko terjadi pada Kamis (19/3/2020) sore lalu. Insiden itu diduga terjadi karena konsleting listrik. Kebakaran memakan banyak korban karena drum berisi bahan bakar minyak (BBM) meledak hingga 4 kali. Lima korban tewas adalah Alimudin, Syaiful Rosi, Husen, Ladiyo dan yang terakhir adalah Koptu Santoso. (cho/saw)