Dua Warga Kota Probolinggo Positif Corona, Diyakini dalam Kondisi Stabil

5820
Wali Kota Probolinggo Zainal Abidin saat memberikan keterangan kepada sejumlah pewarta.

Kanigaran (wartabromo.com) – Dua orang asal Kota Probolinggo Jawa Timur, dilaporkan positif Covid-19. Atas dua kasus itu, Pemkot Probolinggo pun ambil tindakan tegas, memberlakukan jam malam.

Sebelumnya seorang pasien positif diketahui mengikuti bimtek Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di Surabaya beberapa waktu yang lalu. Masalah muncul, karena anak dari pasien ini tertular.

Saat ini, keduanya tengah dirawat di ruang isolasi RSUD dr. Mochammad Saleh, Kota Probolinggo.

Informasi yang dihimpun, ada enam orang yang ikut dalam bimtek tersebut. Lima dinyatakan negatif covid-19, sementara satu lainnya dinyatakan positif. Status itu, berdasarkan swab yang dilakukan tim medis.

“Saat ini kondisinya masih stabil dan sehat. Sudah lepas infus, mudah-mudahan cepat sembuh,” kata Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, Selasa (7/4/2020) petang, melalui video conference.

Atas dua kasus itu, Satgas percepatan penanggulangan Covid-19, langsung ambil langkah tegas. Pihaknya memutuskan memberlakukan jam malam. Selain itu, pembatasan aktivitas pertokoan dan warga kota pada umumnya, dibatasi mulai pukul 19.00 WIB sampai pagi keesokan harinya.

“Ini masalah serius, mari kita semua bekerja sama. Gunakan masker saat terpaksa beraktifitas di luar. Hentikan nongkrong atau jika tidak ada kepentingan, lebih baik di rumah saja,” tegasnya.

Selain itu, Satgas penanganan Covid-19, nantinya akan terus melakukan upaya pencegahan. Mulai dari imbauan, penyemprotan disinfektan, sampai pembubaran warga yang nekat berkumpul dan nongkrong.

“Kami dari kepolisian, akan terus melakukan upaya itu. Sejauh ini ada 40 lingkungan yang menerapkan karantina mandiri. Ini setidaknya bisa memutus persebaran virus corona. Semakin banyak kita putus rantai persebaran, semakin baik,” kata Kapolresta Probolinggo, AKBP Ambariyadi Wijaya.

Melalui karantina mandiri itu, diharapkan masyarakat semakin sadar dan mematuhi protokol kesehatan. Pada pasien yang positif, masyarakat diharapkan tidak mengucilkannya. Sebab dari keduanya, bisa didapatkan informasi baru. Untuk menangani pasien yang terinfeksi virus corona.

“Masyarakat menjadi garda terdepan penanganan virus corona ini. Semakin disiplin dan patuh masyarakat, maka sebaran virus ini akan lebih cepat dihentikan,” ujar dr. Abraar. (lai/saw)

__&

Catatan:

Judul ini telah mengalami penyuntingan.

Judul sebelumnya tidak terdapat gambaran terkait kondisi pasien.