Ibu Hamil Terinfeksi Cacar Air, Amankah Untuk Janin?

722

Pasuruan (Wartabromo.com) – Penyakit cacar merupakan infeksi virus yang sangat mudah menular. Cacar dapat menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil.

Pada ibu hamil, cacar dapat menyerang ibu hamil. Sekalipun kondisi ibu selalu fit. Lantas, apakah cacar air ketika hamil dapat membahayakan janin?

Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr. Achmad Mediana, SpOG, wanita yang sedang hamil muda pada trimester pertama dan terkena cacar air atau istilah medisnya dikenal dengan varicella, lebih berisiko mengalami keguguran.

Nah, jika kehamilan sudah memasuki 20 minggu akan lebih aman. Pasalnya, setelah ibu hamil melewati masa trimester pertama, sekitar 16 minggu kehamilan, biasanya plasenta sudah terbentuk utuh. Plasenta inilah yang akan meredam virus, cacar air salah satunya.

Salah satu kondisi yang menyebabkan risiko terjadinya cacar meningkat yakni ibu hamil melakukan kontak atau berada di dekat orang yang terinfeksi. Bagi ibu hamil yang pernah mengalami cacar sebelumnya, kemungkinan mengalami cacar lagi sangat kecil. Pasalnya, tubuh telah memiliki antibodi.

Maka dari itu, ibu hamil harus rajin konsumsi nuah dan sayur untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, penuhi juvya asupan nutrisi lainnya seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, asam folat, serta zat besi yang baik untuk ibu hamil dan janin.

Apabila ibu hamil positif terinfeksi cacar air, maka perlu dilakukan pengobatan. Pengobatan yang dimaksud antara lain pemberian suntikan Varicella Zoster Immunoglobulin (VZIG), zat kekebalan terhadap virus penyebab cacar air dan pemberian antivirus yakni acyvlovir.  (bel/may)