APD RSUD Bangil Cukup Sebulan ke Depan

807

Bangil (WartaBromo.com) – Tangani bencana wabah Covid-19, Pemerintah Kabupaten Pasuruan siapkan anggaran Rp77, 3 M. Dari angka tersebut, sudah terpakai Rp 4,5 M.

Luly Nurmardiono, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) dalam hearing yang dilakukan oleh Pansus DPRD-Satgas Covid-19 menjelaskan Rp77, 3 M itu salah satunya berasal dari refocusing anggaran belanja OPD maupun DPRD sebesar Rp 55 M.

Selain itu, dana tersebut juga berasal dari anggaran belanja tak terduga (BTT). Dimana untuk awal tahun 2020 telah dianggarkan sebesar Rp12, 5 M dan sudah terpakai sebesar Rp 4, 26 M untuk bencana alam.

“Itu sudah terpakai sebelum adanya wabah ini. Dan sisa sebesar Rp 8, 23 M,” ujar Luly.

Sehubungan dengan adanya wabah korona ini, Pemda memutuskan refocusing anggaran kegiatan untuk penambahan anggaran BTT. Pengurangan itu mulai dari pembelanjaan mamin, maupun kegiatan lainnya sebesar 20 persen.

Dari refocusing, anggaran yang terkumpul sebesar Rp 55, 09 M. Selain itu dana juga bersumber dari pengalihan dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (BHCHT) sebesar Rp 13, 9 M.

“Dari sisa BTT awal Rp 8, 23 ditambah refocusing dan dana BHCHT sebesar Rp 69, 09 M. Total dana cadangan untuk wabah korona sebesar Rp 77, 3 M,” jelas Nuli.

Sedangkan anggaran yang telah digunakan untuk pandemik ini sendiri sebesar Rp 2,4 M. “Kami sudah kirimkan ke Dinas Kesehatan,” terangnya.

Kepala Dinkes Agung Basuki membenarkan hal tersebut. “Memang sudah masuk kepada kami anggaran sebesar Rp 2,4 M,” jelas Agung saat hearing.

Ia menjelaskan, dana itu masih terpakai sebesar 62 persen dari anggaran yang dikirim. “Kami baru memakai dana itu sebesar Rp 1,5 M,”

Ia mengaku, dana tersebut dibelanjakan untuk keperluan alat perlengkapan diri (APD). Seperti sarung tangan, masker, dan hand sanitizer.

“Untuk itu, saat ini stok perlengkapan APD masih bisa sampai 32 hari ke depan,” jelasnya.

Di sisi lain, Andre Wahyudi wakil DPRD Kabupaten Pasuruan menyangkan hal itu. Ia menilai, pemanfaatan anggaran yang dilakukan kurang maksimal.

“Kan anggarannya sudah besar, harusnya pemanfaatannya juga lebih maksimal. Seperti, untuk perencanaan penganggaran bantuan bagi warga yang terdampak, apalagi yang tidka bisa bekerja karena wabah ini untuk segera di realisasikan,” ungkapnya.

Namun, Ia juga mengatakan meskipun banyak yang terdampak tapi Satgas harus memprioritaskan mereka yang belum mendapatkan bantuan sama sekali dan membutuhkan.

“Misal, yang menerima bantuan dari Satgas, mereka yang belum mendapatkan bantuan dari PKH maupun KIS,” Pungkasnya. (nul/asd)