Ningsih Tinampi Promosi Obat Corona, IDI Sebut Belum Ditemukan

11422

Pandaan (WartaBromo.com) – Baru-baru ini, Ningsih Tinampi mengenalkan obat corona melalui akun youtube pribadinya. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pasuruan angkat bicara terkait promo obat ini.

“Ini insyaAllah produksinya Pandaan. Ini untuk menanggulangi corona. Ini juga tidak asing di kedokteran. Ya memang ini obatnya. InsyaAllah dengan adanya ini (obat, red) siapa saja keluarga Indonesia yang bila kena corona, ini obatnya,” jelas Ningsih sambil menunjukkan botol diperkirakan berupa cairan yang diklaim sebagai obat corona.

Sontak, video ini mendapatkan berbagai tanggapan oleh warganet. Tak hanya itu, IDI Pasuruan turut memberikan penjelasan terkait hal ini.

“Secara medis memang belum ditemukan obat untuk corona. Vaksinnya saja masih belum ditemukan, masih uji coba di beberapa negara,” jelas dr. Sujarwo, Ketua IDI Pasuruan.

Sujarwo kemudian menjelaskan, dalam Sidak beberapa waktu lalu bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, pengobatan yang dilakukan Ningsih Tinampi masuk kategori bukan medis. Pengobatan tersebut juga dilakukan tanpa media dan obat. Sehingga binaannya juga berada dalam bidang pengobatan alternatif.

Terkait pernyataan Ningsih soal obat tersebut sudah dikenal di dunia kedokteran pun, secara tegas disangkal oleh IDI.

“Belum ada obat untuk corona itu. Kalau ada klaim ya lucu, yang klaim bukan orang yang memiliki kompetensi (bidang medis, red),” tambahnya.

Sementara itu, terkait pengobatan herbal, Sujarwo mengakui ada beberapa yang dicoba untuk menyembuhkan virus corona ini. Namun lagi-lagi, semua harus teruji terlebih dahulu untuk membuktikannya.

“Kalau memang obat herbal, beberapa sudah dicoba. Tapi kalau herbal belum ada uji klinis dan laboratory. Jadi belum ada sampai sekarang,” tandasnya.

Sementara itu, WHO dalam situs resminya juga menegaskan, jika obat dan vaksin untuk virus corona sampai saat ini masih belum ditemukan. Orang yang mengalami gejala-gejala mengarah ke Covid-19, tetap harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

“Meskipun obat-obatan barat, tradisional atau buatan sendiri dapat meringankan gejala-gejala COVID-19, obat-obatan yang ada belum terbukti dapat mencegah atau menyembuhkan penyakit ini. WHO tidak merekomendasikan tindakan mengobati diri sendiri dengan obat apa pun, termasuk antibiotik, untuk mencegah atau menyembuhkan Covid-19. Namun, beberapa obat-obatan barat dan tradisional sedang diuji klinis. WHO akan terus memberikan informasi terbaru seiring tersedianya temuan klinis,” jelas WHO dalam situs resminya. (may/ono)