Tukang Becak Meninggal Mendadak di Jalan, Ini Penjelasan Dinkes

4187

Pasuruan (wartabromo.com) – Warga Jl. Pucangan, Kelurahan Purworejo, Kota Pasuruan gempar. Seorang tukang becak tiba-tiba terjatuh di jalan hingga didapati meninggal, Rabu (15/4/2020).

Tukang becak itu bernama Ardimo (63), warga Jl Halmahera 17/20, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Dalam sebuah video terlihat, ia sebelumnya tengah membawa penumpang. Namun, tak diduga-duga kakek ini tak bisa lanjutkan mengayuh pedal becak, karena tubuhnya oleng ke kiri hingga terjatuh di tengah jalan.

Seorang penumpang berperawakan muda langsung saja melompat dari jok becak.

Warga yang mengetahui peristiwa tersebut langsung menolongnya, di antaranya dengan memberikan minum.
“Tadi sempat sadar dan dikasih minum,” ujar salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Baca Juga :   Sehari Gus Ipul Bertemu Empat Menteri, Bahas Apa Saja?

Tapi yang terjadi justru sebaliknya, Ardimo tak bernapas dan diyakini meninggal.

Peristiwa itu langsung dilaporkan ke pihak berwajib dan tak berapa lama petugas kesehatan dengan alat pelindung diri (APD) datang untuk mengevakuasi.

Lantaran meninggal di lokasi, warga sekitar tak berani menolong korban yang posisinya tergeletak di pinggir jalan. Itu karena wabah corona masih dihadapi saat ini.

Shierly Marlena, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan mengatakan, saat itu, pihaknya langsung mengirimkan petugas lengkap dengan menggunakan alat pelindung diri sesuai dengan penanganan terhadap jenazah Covid-19.

“Sudah kirim petugas dengan APD yang lengkap untuk antisipasi, karena korban sudah meninggal di lokasi,” kata Shierly kepada wartabromo.com.

Baca Juga :   Dukung Teno-Hasjim? Hanura Tunggu Keputusan Pusat

Sementara itu, jenazah tukang becak itu belum bisa diindentifikasi corona, karena belum diketahui gejala yang diderita.

Selain itu di daerah lokasi jatuhnya si tukang becak masih dikatakan zero Covid-19, bahkan menurut Shierly, tidak ada Orang dalam Pemantauan (ODP) lebih-lebih positif corona.

“Belum bisa diidentifaksi Covid-19, karena daerah Karanganyar masih belum ada ODP,” ujar Shierly.

Pria tersebut sudah dibawa ke kamar jenazah RSUD Soedarsono untuk penanganan sekaligus nanti dapat diketahui riwayat kesehatan hingga penyebab kematiannya. (don/ono)