Tempat Wisata Kampung Hati Disulap Menjadi Karantina Pemudik

1552

Gading (wartabromo.com) – Menjalani karantina, terkadang pemudik menjadi stres dan bosan. Namun, itu tak berlaku di  Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Sebab pusat karantina-nya berada di kawasan wisata Kampung Hati.

Lokasi wisata ini memiliki empat gedung yang bisa menampung hingga 150 orang. Agar warga karantina tidak stres, pengelola menyiapkan sejumlah fasilitas dan pelayanan. Seperti perpustakaan, jaringan internet, sarana hiburan, olah raga, juga dapur bersih, bahkan mesin cuci.

Kepala Desa Gading Wetan Supriyono mengatakan, tempat wisata itu ditutup sejak merebaknya virus corona pada 17 maret lalu. Tempat tersebut kini dialih fungsikan sebagai tempat karantina bagi warga perantau yang kembali ke kampung halamannya.

Penempatan karantina di kampung wisata itu, merupakan inisiatif warga dan tokoh desa setempat.  Agar warga yang pulang dari perantauan, mau menjalani karantina secara sukarela, sebelum mereka kembali ke keluarganya.

Hingga hari ini, baru ada 1 warga yang menghuni tempat wisata karantina ini. “Karantina itu sepertinya menakutkan. Karena itu, kami berinisiatif dengan teman-teman ingin membuat karantina di desa seperti rumah sendiri. Ada banyak fasilitas, yang paling penting biar tidak stres ada permainan,” ujar kepala desa pada Jumat, 17 April 2020.

Mutiara, salah satu mahasiswa yang baru menghuni di tempat karantina tersebut mengatakan, awalnya sempat stres dan ketakutan ketika akan masuk ke tempat karantina. Namun, setelah melihat tempat karantina di kampung wisata ini, ia merasa betah dan senang.

“Awalnya saya kira menakutkan bakal seperti yang beredar di media sosial. Ternyata nggak seperti itu, fasilitas di sini sangat lengkap,” ungkap gadis yang menempuh pendidikan di Yogyakarta itu.

Camat Gading Taufik Alami menyebut tempat karantina yang unik di kampung wisata Desa Gading Wetan patut menjadi percontohan bagi tempat karantina lain. Agar warga yang menjalani karantina tidak merasa stres, bosan, bahkan melarikan diri.

“Ya tempat itu sebelumnya tempat wisata. Pada intinya, karantina itu semangat kebersamaan untuk membantu sesama dalam menanggulangi corona,” ujarnya.

Di Kecamatan Gading ada 19 desa dengan tempat karantina sesuai protokol kesehatan. Pemerintah berharap agar warga yang berada di perantauan tidak mudik hingga waktu yang ditentukan. Agar penyebaran Covid-19 bisa ditekan. (cho/saw)