Taktik Bisnis untuk UMKM saat Pandemi

1156

Lumajang (WartaBromo.com) – Selama pandemi corona, perekonomian di penjuru dunia termasuk Indonesia, terpuruk. Tak terkecuali Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengeluhkan menurunnya produktivitas hingga berpengaruh pada pendapatan.

Berdasarkan data sementara dari Kementerian Koperasi dan UMKM, sementara ini ada 1.332 UMKM di 18 provinsi yang terdampak corona. 69% atau sekira 917 UMK mengalami penurunan penjualan. Lalu sebanyak 119 UMKM atau 9% nya kesulitan dalam proses distribusi barang.

Sisanya yakni 179 UMKM (13% ) dan 50 UMKM (4%) masing-masing mengalami kesulitan akses modal dan tak melanjutkan produksi sementara waktu.

Meski begitu, ada berbagai hal yang bisa dilakukan selama pandemi Covid-19. Wientor Rah Mada, Affiliate Marketer berbagi tips berbisnis di era pandemi.

Berpikir positif
Dalam tips selama 60 detik melalui Kemenkop UKM, Wientor menekankan jika setiap pengusaha harus berpikiran positif dan fleksibel.

“Produksi baju gak ada yang beli, ya switch produksi masker. Saya punya teman yang memiliki pabrik kosmetik, sekarang beralih produksi hand sanitizer. Laku banyak lagi,” jelasnya.

Menurutnya, meski berbagai bisnis mengalami kemerosotan, namun selalu ada jalan untuk memperbaikinya. Baik pelaku usaha kecil maupun pengusaha besar.

Jualan Online
Saat pandemi Covid-19, beralih ke jualan online menjadi salah satu cara untuk memperbaiki perekonomian. Wientor mengatakan, belajar jualan online bisa dilakukan mulai sekarang dari berbagai tempat.

“Kemampuan berjualan secara online ini bisa membantu kita ketika jualan offline mendapat hambatan,” katanya.

Wientor kemudian menceritakan rekannya yang seorang pemandu wisata, beralih menjadi reseller sebuah produk. Kemampuan bercerita mengenai wisata ini jadi bekal untuk melakukan hard selling pada orang yang pernah memakai jasanya. Hal ini pun membuahkan hasil karena bisa menambah pemasukan, sekaligus skill.

Ngiklan di Facebook
Wientor mengatakan, melakukan iklan di sosial media sangat efektif dilakukan saat ini. Sebab, warga #dirumahaja banyak yang memainkan sosial media saat bosan.

“Pada saat scrolling feed di sosial media adalah saat yang tepat kita menyodorkan iklan produk,” jelasnya.

Dipaparkan, banyak barang atau produk yang bisa dijual dan diiklankan melalui media sosial. Barang-barang yang banyak dicari, biasanya tak lebih dari nominal Rp300 ribu. Seperti kosmetik, sabun muka, atau barang lain dengan harga yang cukup terjangkau.

Kolaborasi
Poin ini juga cukup penting dilakukan di tengah pandemi saat ini. Kolaborasi yang dimaksud yakni antar sesama pebisnis.

Misal, ada orang yang pandai membuat konten, marketing, berkolaborasi dengan supplier produk tertentu. Dari sinilah nanti konsumen baru akan berdatangan.

“Skill yang selama ini selalu ada di kita dan kita manfaatkan sendiri untuk bisnis kita, mungkin cukup untuk kondisi kita di saat normal. Tapi ini kan gak normal, masa’ mau terus sendirian? Coba kolaborasi dengan pebisnis lain yang memiliki skill berbeda,” tandasnya. (may/ono)