Cerita Dion saat Jumpai Seorang Pria Telantar

1531

Pasuruan (wartabromo.com) – Seorang pria ditemukan telantar di pinggir jalan raya sekitar Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Kini, pria asal Kabupaten Probolinggo itu sudah berkumpul bersama keluarganya.

Si Bapak itu sebelumnya terlihat seperti tengah beristirahat di sebuah amben yang ada di pinggir jalan raya Blawi, Desa Masangan, Jumat (24/4/2020).

Sekilas, pria yang kenakan batik dipadu celana gelap itu terlihat tengah sakit dan kebingungan, seakan-akan tak tahu arah mau menuju ke mana.

Kebetulan, keberadaannya dipergoki oleh Sudiono Fauzan, yang saat itu tengah melintas. Tak banyak kata, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan itu pun menghampiri si bapak.

Dalam sebuah percakapan singkat, pria ini mengaku sebagai warga Probolinggo dan sudah 5 hari tak pulang. Sampai kemudian Sudiono Fauzan menawarkan diri mengantarnya pulang.

“Kasihan orang ini, sudah 5 hari, gak bawa identitas, bicaranya juga terbatas, (bisa) jelas kalau bahasa Madura. Dalam situasi corona gini repot kalau tidak segera ditolong,” ujar Dion, panggilan akrabnya.

Pertimbangan wabah, membuat keputusan untuk segera mengantarkannya pulang kian bulat.

Sebelumnya ia mencoba mengontak rumah sakit agar memberikan perawatan kepada pria ini. Tapi, Dion justru mendapatkan pertimbangan untuk berkoordinasi saja dengan pihak kepolisian.

“Karena itu masuk orang hilang/gelandangan. Ta telepon polisi untuk nangani, sudah OK. ta enten enteni gak teko teko (ditunggu-tunggu, tak datang datang-datang). Akhirnya saya antar ke Probolinggo, dengan tujuan yang belum jelas alamatnya,” ungkapnya sambil tersenyum.

Tak mencoba menyoal problem birokrasi, Kata Dion, yang terpenting waktu itu adalah melakukan tindakan dengan segera mengantarkannya pulang. Pasalnya, kondisi si bapak akan lebih berbahaya bila tak terurus, tidur di pinggir jalan.

Sing kate nulung yo wedi, wedi loro Corona (yang mau menolong juga takut, takut sakit corona),” lanjut Dion, mencoba menggambarkan kondisi sosial masyarakat hadapi wabah.

Untung saja, di tengah perjalanan ia mendapatkan kepastian arah rumah yang dituju, bahkan kemudian mendapat “pengawalan” dari sejumlah anggota Banser.

“Alhamdulillah, diberi kemudahan. Ada teman Banser yang mengenal bapak ini. Akhirnya kami diantar sampai ke rumahnya,” terangnya.

Sesampai di rumah tujuan, ia pun menyerahkan si bapak ke pihak keluarga. Dion juga mengaku tak sempat banyak tanya maupun berbincang-bincang seputar pria ini hingga bisa telantar berada di pinggir jalan wilayah Bangil.

“Waktu sampai di rumahnya, keluarganya nangis semua, terutama sejumlah kerabat yang perempuan. Memang sudah hilang 6 hari, sejak Sabtu pagi. Gak tega, aku terus pamit pulang,” kata dia.

Terungkap, pria telantar itu bernama Abd. Azis berusia 51 tahun, asal Dusun Paras RT 14 RW 03, Desa Pegalangan Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. (ono/ono)

.

.

.

.

.

.

.