Kakek 70 Tahun di Kabupaten Probolinggo Positif Covid-19

1340
Juru Bicaraicara Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Yoelijanto.

Kraksaan (wartabromo.com) – Seorang pria berusia 70 tahun dinyatakan positif Covid-19 oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) pada Selasa, 5 Mei 2020. Sebelumnya kakek ini merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Pasien ke-22 tersebut, merupakan warga Kecamatan Gending. Sebelum dinyatakan positif, ia masuk dalam PDP dengan keluhan sesak napas. Saat dilakukan rapid test dia reaktif. Kemudian oleh petugas medis, di-swab dan hari ini hasilnya positif Covid-19.

“Riwayatnya dia tidak dari mana-mana dan hanya dari keliling-keliling tetangganya. Dia keliling dan sonjo-sonjo, mungkin di antara orang yang ditemui itu, dia tertular. Saat ini, yang bersangkutan menjalani perawatan di RSUD Tongas sambil diobati keluhannya dan menunggu swab selanjutnya,” kata Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Joelijanto.

Disebutkan Anang, dari penelusuran yang dilakukan, pasien ini, tidak ada sangkut pautnya dengan pasien positif Covid-19 sebelumnya, bahkan tidak masuk klaster manapun.

“Sehingga masuk dalam klaster lepas. Dia tertular dari siapa, kita tidak tahu dan pekerjaannya juga tidak ada. Masuk PDP, karena ada keluhan sesak dan pneumonia,” lanjut dokter Anang.

Petugas, kata Anang sudah melakukan penelusuran (tracking) terhadap keluarga danĀ  kontak dekatnya, untuk mengetahui sumber penularannya. Tetapi tracking, untuk petugas medis di RSUD Tongas yang merawatnya tidak dilaksanakan.

“Tracking terhadap petugas medis tidak dilakukan. Sebab dalam protokol kesehatan, kalau orang kontak dengan orang positif, tapi dia menggunakan APD (alat pelindung diri) yang standar, maka dia tidak termasuk bukan orang dalam risiko. Karena diasumsikan APD-nya itu sudah bisa melindunginya,” ujarnya.

Saat ini, sebaran perkembangan Covid-19 di Kabupaten Probolinggo untuk pasien positif Coronavirus Disease sebanyak 22 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 48 orang. Dengan keterangan 14 orang dalam pengawasan, 17 orang selesai diawasi dan 17 orang meninggal dunia.

Sedangkan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 428 orang, dengan keterangan 100 orang dalam pemantauan, 324 orang selesai dipantau dan 4 orang meninggal dunia. (cho/saw)