Pasuruan (Wartabromo.com) – Aktivitas para wanita di negara Islam dunia kerap dibatasi. Namun, tampaknya hal itu tak berlaku bagi wanita-wanita berikut.
Para wanita hebat ini berani memperjuangkan hak perempuan, anak-anak, masyarakat dan mengukir prestasi di berbagai bidang. Siapa saja mereka?
1. Benazir Bhutto – Pemimpin Negara Islam Terkemuka
Benazir Bhutto, politisi wanita asal Pakistan. Ia juga wanita pertama di dunia yang terpilih menjadi Perdana Menteri Pakistan. Mengutip kumparan, Benazir memimpin Pakistan selama 2 periode, 1988-1990 dan 1993-1996.
Putri pendiri Pakistan Peoples Party dan Perdana Menteri Zulfikar Ali Bhutto ini memimpin orang-orangnya untuk melawan kekerasan terhadap perempuan dan menolak diskriminasi dan segala bentuk pelecehan terhadap perempuan. Selain itu, Benazir juga menekankan pentingnya meninjau berbagai hukuman peradilan.
2. Malala Yousafzai – Aktivis Perempuan dan Messenger of Peace PBB
Malala Yousafzai, wanita asal Khyber Pakhtunkhwa, sejak remaja selalu menginspirasi anak-anak perempuan untuk sekolah. Ia menjadi sorotan dunia setelah ditembak kepalanya oleh anggota Taliban saat berusia 15 tahun.
Pada 11 April 2017 lalu, Malala dinobatkan sebagai pengabar perdamaian atau lebih dikenal Messenger of Peace PBB. Anugerah ini membuatnya menjadi Messenger of Peace yang pernah dipilih PBB. Penghargaan ini merupakan penghargaan kedua pasca mendapatkan Nobel perdamaian tahun 2014.
Kini, Malala telah mendirikan sebuah organisasi bernama Malala Fund yang mendukung anak-anak perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
3. Zaha Hadid – Arsitek
Dame Zaha Mohammad Hadid, merupakan arsitek kelahiran Baghdad, Irak. Nama Zaha Hadid dikenal setelah hasil rancangannya lukisan warna-warni dipajang sebagai karya seni di museum ternama. Proyek besar pertama Zaha Hadid yakni Stasiun Pemadam Kebakaran Vitra di Jerman.
Pada 2004, ia menjadi perempuan pertama yang meraih Penghargaan Pritzker Architecture. Sebuah penghargaan tahunan untuk menghormati arsitek yang karyanya yang dibuat dengan perpaduan bakat, visi, dan komitmen.
Ia juga menjadi satu-satunya perempuan yang menerima penghargaan Royal Gold Medal dari Royal Institute of British Architecture. Kini, kontribusi Zaha Hadid dalam dunia arsitektur telah banyak diakui oleh akademisi, lembaga profesional dan masyarakat dunia.
4. Shirin Ebadi – Pengacara dan Hakim Perempuan Pertama di Iran
Shirin Ebadi, pengacara wanita dan aktivis HAM asal Iran. Ketika Shirin berusia 23 tahun ia menjadi salah satu hakim perempuan pertama di Iran. Lalu saat memasuki usia 30 tahun, Shirin menjadi hakim pertama di Teheran.
Tahun 2003 silam, Shirin dianugerahi penghargaan perdamaian Nobel atas upayanya menegakkan demokrasi dan hak asasi. Terutama hak-hak perempuan dan anak-anak.
Shirin dianggap sangat berani dalam melakukan aksi memperjuangkan hak-hak perempuan, meskipun banyak ancaman mengintai.
5. Halima Aden – Moeel dan Duta UNICEF
Salah satu model hijab pertama yang berhasil mendobrak berbagai stereotip dan paradigma yang disematkan terhadap para pengguna hijab. Pasalnya, ia wanita berhijab pertama yang berjalan di fashion show rumah mode papan atas.
Supermodel berdarah Somalia-Amerika ini ditunjuk menjadi Duta UNICEF wilayah Amerika Serikat pada tahun 2018. Sebagai duta UNICEF, Halima menggunakan suaranya untuk mengajak anak-anak muda di Amerika Serikat untuk selalu mengutamakan anak-anak dalam segala hal.
Pengalaman masa kecil sebagai pengungsi saat konflik Somalia, membuat Halima seakan begitu memahami kebutuhan, harapan dan impian anak-anak pengungsi di seluruh dunia akibat dampak daerah konflik.



















