Pelajar Konvoi Kelulusan Diciduk, hingga Gara-gara Pasien Positif Kabur, Karyawan asal Desa Setempat Tak Boleh Masuk Kerja | Koran Online 5 Mei

1053

Beragam peristiwa kami sajikan pada 4 Mei 2020 melalui laman media online wartabromo. Ragam berita menarik kini kami rangkum untuk kembali anda baca dalam koran online edisi Selasa (05/05/2020). Mulai Pelajar Konvoi Kelulusan Diciduk, hingga Gara-gara Pasien Positif Kabur, Karyawan asal Desa Setempat Tak Boleh Masuk Kerja :

  1. Sekelompok ABG Asal Winongan Dimassa di Kejayan, Begini Ceritanya

Kejayan (WartaBromo.com) – Sekelompok anak baru gede (ABG) menjadi bulan-bulanan warga Desa Tundosoro, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (03/05/2020) ini diduga karena konflik antar komunitas ABG.

Kanit Reskrim Polsek Kejayan, Aipda Agung Darmawan menjelaskan, kekerasan ini dialami remaja asal Kedung Banger, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Simak Selengkapnya.

  1. Suami dari Pasien Positif Kabur dari RS Soetomo Ikut Menghilang, Ditemukan di Rumah Istri Muda
Baca Juga :   Isi Bahan Bakar, Minibus Terbakar di SPBU Leces

Pasuruan (WartaBromo.com) – Suami siri perempuan pasien positif Covid-19 yang kabur dari RSUD DR Soetomo akhirnya ditemukan. Pria ini ditemukan di rumah istri mudanya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan mengungkap pria berinisial M (49) itu berada di Dusun Ngering, Desa Legok, Kecamatan Gempol, Minggu (02/5/2020) petang. Simak Selengkapnya.

  1. Konvoi Kelulusan di Tengah Pandemi, 100 Pelajar di Pasuruan Diciduk Polisi

Pasuruan (WartaBromo.com) – Polisi menciduk ratusan pelajar yang berkonvoi setelah pengumuman kelulusan pada Senin (04/05/2020). Ada 100 pelajar yang diciduk polisi pada razia kali ini.

Para pelajar ini diciduk di tiga titik yakni Gondangwetan, Keboncandi, dan Bugul Kidul. Mereka diciduk di jalan raya saat arak-arakan dengan mengenakan seragam sekolah yang telah dicoret-coret. Simak Selengkapnya.

  1. Gara-gara Pasien Positif Kabur, Karyawan asal Desa Setempat Tak Boleh Masuk Kerja
Baca Juga :   Ada Pria Idaman Lain, jadi Motif Istri Hajar Suami dengan Tabung LPG dan Hunjamkan Pisau

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sebuah desa di Kecamatan Beji menjadi lokasi pelarian pasien Covid-19 yang kabur dari RSU. Dr. Soetomo, Surabaya.

Kendati sang pasien berhasil dievakuasi, peristiwa itu berbuntut panjang. Sebab, gara-gara insiden itu, para pekerja asal desa setempat tidak boleh masuk kerja. Simak Selengkapnya.

  1. Ketua DPRD : Dewan Silahkan Rapid Test, tapi Biaya Sendiri

Pasuruan (wartabromo.com) – Usulan untuk melakukan rapid test yang disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Yusuf Daniyal didukung pula oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan.

Menurut Dion, sapaan akrabnya, Rapid Test merupakan salah satu upaya untuk mengetahui kondisi kesehatan agar lebih mawas terhadap penyebaran virus Covid-19. Simak Selengkapnya.

Baca Juga :   Banjir Capai 2 Meter, Warga Tamanan Mengungsi ke SMK Salahudin