Nama Lokasi Ini Pernah Berjaya di Zamannya, tapi Kini Terancam ‘Hilang’

2444

Pasuruan (WartaBromo.com)- Nama lokasi di Kabupaten Pasuruan yang satu ini pernah berjaya di zamannya. Tapi, kini terancam hilang karena dilupakan.

Lokasi yang dimaksud adalah Nongkojajar. Ia sempat begitu populer. Bukan hanya oleh warga lokal Kabupaten Pasuruan. Tapi juga masyarakat luar daerah.

Belakangan, nama lokasi tersebut jarang disebut. Hal itu seiring dengan berubahnya nama kecamatan. Dari yang sebelumnya Nongkojajar, menjadi Tutur.

Meski begitu, jejak popularitas Nongkojajar masih bisa dilihat hingga kini. Sampai sekarang, satuan instansi tentara dan kepolisian masih menggunakan Nongkojajar sebagai identitas.

Misalnya, Koramil dan Polsek Nongkojajar. Bahkan, papan nama penunjuk arah yang ada di Jalan Raya Malang-Surabaya juga masih tetap menggunakan Nongkojajar.

“Ya karena memang Nongkojajar lebih populer ketimbang Tutur,” terang Sulis, tokoh masyarakat setempat.

Dikatakan Sulis, selain memiliki banyak riwayat historis, di Nongkojajar pula pertama kali tanaman apel ditanam di Indonesia. Sebelum akhirnya meluas ke Batu dan dataran Poncokusumo, Malang.

“Sayang juga sebenarnya. Orang akhirnya lupa dengan Nongkojajar. Tapi mau bagaimana lagi karena secara administratif kecamatannya berubah,” lanjutnya.

Tidak diketahui secara pasti alasan perubahan nama kecamatan dari yang sebelumnya Nongkojajar menjadi Tutur itu. Tetapi, konon karena memang tidak ada desa bernama Nongkojajar.

Dari berbagai sumber yang dihimpun, Nongkojajar saat itu merupakan nama sebuah hotel di zaman Koloni Belanda. Di halaman hotel itulah, banyak pohon nangka berjajar.

Saat Eddy Paripurna menjabat sebagai wakil bupati, wacana untuk mengembalikan nama kecamatan menjadi Nongkojajar kembali muncul. Tapi, tidak ada kelanjutan sampai kini.

“Kalau tidak salah zaman Bupati Jeliteng berubah ke Tutur. Pas saya di Wabup, sempat ada wacana untuk mengembalikan ke Nongkojajar karena lebih dikenal. Tapi ndak tahu sekarang kelanjutannya,” ungkap Eddy. (asd/asd)