Breaking News: Hari ini, 21 Warga Kabupaten Pasuruan Confirm Corona

13810

Pasuruan (WartaBromo.com) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan ungkap 21 warga pada Sabtu (9/5/2020), hari ini berstatus positif Covid-19. Sebagian besar dari mereka merupakan tenaga medis.

Juru Bicara Gugus Tugas Syaifudin Ahmad mengatakan, dari 21 warga tersebut, 9 orang adalah tenaga kesehatan dari RSUD Bangil dan Grati, 6 orang merupakan keluarga dari petugas kesehatan itu sendiri, 3 orang PDP (pasien dalam pengawasan) serta 3 OTG (orang tanpa gejala).

“Berdasarkan hasil swab yang keluar hari ini, sebanyak 21 warga Kabupaten Pasuruan terkonfirmasi Covid-19,” kata Syaifudin  di Posko Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pasuruan.

Dijelaskannya, 9 orang petugas terkonfirmasi Covid-19, terdiri dari 1 laki-laki (43) dan 1 perempuan (41), pasangan suami istri yang berprofesi sebagai perawat di RSUD Grati dan RSUD Bangil. Mereka berdomisili di wilayah Kecamatan Beji, dan tinggal bersama ketiga anaknya yang juga terpapar corona (2 laki-laki berusia 18 dan 7 tahun, serta anak perempuannya berusia 10 tahun).

Petugas lainnya yang juga terkonfirmasi Covid-19 bersama keluarganya adalah 1 orang dokter perempuan (44) di RSUD Bangil dan bertempat tinggal di wilayah Kecamatan Pandaan.

Tak hanya dokter ini saja, 1 putrinya yang berusia 8 tahun dan satu rumah dengannya, juga dinyatakan berstatus Covid-19.
Selanjutnya adalah 1 laki-laki (51), perawat RSUD Bangil dan berdomisili di Kecamatan Kraton.

Kemudian 1 orang laki-laki (24), tenaga kesehatan RSUD Bangil dan bertempat tinggal di wilayah Kecamatan Bangil.
Lalu 1 perempuan (47), tenaga kesehatan dari RSUD Bangil dan bertempat tinggal di wilayah Kecamatan Beji; 1 orang perempuan (43), perawat RSUD Bangil dan beralamatkan di wilayah Kecamatan Beji.

Selanjutnya adalah 1 laki-laki (32), perawat RSUD Bangil beralamat di wilayah Kecamatan Rembang; serta 1 orang perempuan (31), perawat RSUD Bangil yang berdomisili di Wilayah Kecamatan Pasrepan.

Sedangkan untuk 3 PDP (pasien dalam pengawasan) terkonfirmasi Covid-19 terdiri dari 2 orang laki-laki berusia 71 dan 31 tahun yang merupakan kontak erat dari pasien terkonfirmasi Covid-19 dari Kecamatan Gempol.
Gugus tugas mencatat 1 PDP perempuan (32) positif dari Kecamatan Pandaan yang dirawat di RSUD Bangil sejak ada keluhan pneumonia berat.

Tak berhenti sampai di situ, 3 warga Kabupaten Pasuruan yang berstatus positif Covid-19 pada hari ini adalah 3 orang yang berasal dari OTG (orang tanpa gejala). Terdiri dari 1 perempuan (39) dari Kecamatan Puspo, 1 perempuan (60) dari Kecamatan Tutur, serta perempuan (44) dari Kecamatan Rembang.

Dua lainnya yang juga terkonfirmasi Covid-19 pada hari ini adalah ibu (44) dan anak laki-lakinya (8) dari Kecamatan Rembang. Keduanya merupakan istri dan anak dari pasien terkonfirmasi Covid-19 dari Kecamatan Rembang.

Total apabila dipetakan berdasarkan kecamatan, berarti ada 7 warga Beji, 2 warga Gempol, 4 warga Rembang, 3 warga Pandaan, 1 warga Tutur, 1 warga Puspo, 1 warga Pasrepan, 1 warga Kraton, dan 1 warga Bangil yang terkonfirmasi Covid-19 hari ini.
Terhadap 21 warga, semuanya menjalani isolasi di RSUD Bangil sampai nanti dinyatakan sembuh.

Jika dijumlahkan, maka ada 40 warga Kabupaten Pasuruan yang terpapar corona hingga hari ini.
Mereka terdiri dari 2 warga Bangil, 9 warga Beji, 4 warga Gempol, 1 warga Gondangwetan (sembuh), 2 warga Kraton, 1 warga Lumbang (sembuh).
Selanjutnya 5 warga Pandaan, 1 warga Pasrepan, 4 warga Prigen, 1 warga Purwodadi (sembuh), 3 warga Puspo, 6 warga Rembang (1 di antaranya sembuh), serta 1 warga Tutur.

Sementara itu, jumlah PDP Covid-19 di Kabupaten Pasuruan hingga sore ini juga ada 4 orang lagi. Terdiri dari 1 warga Sukorejo, 1 warga Gempol, 1 warga Grati, dan 1 warga Prigen. Lantaran ada 12 orang PDP yang sudah dinyatakan terkonfirmasi Covid-19, maka jumlahnya berkurang dari 105 orang menjadi 96 orang.

Untuk ODP (orang dalam pemantauan) di Kabupaten Pasuruan juga bertambah 2 orang dari Grati dan Prigen. Dengan bertambahnya warga terpapar corona, Syaifudin mengajak seluruh masyarakat untuk tak menyepelekan virus ini.

“Yang berbahaya adalah cepatnya penularan. Ini sebagai bukti bahwa petugas medis saja bisa terpapar. Apalagi kita-kita yang bebas melakukan apa saja di luar rumah. Untuk itu, mewakili Pak Bupati, kami mengajak masyarakat untuk tetap di rumah, sering-sering cuci tangan dengan sabun, selalu memakai masker kalau terpaksa keluar rumah, serta menjaga jarak dan menghindari keramaian,” harapnya. (mil/ono)