Diam Itu Emas, Kecuali …

796

Pasuruan (Wartabromo.com) – Salah satu golongan yang dirindukan surga Allah SWT yakni orang-orang yang senantiasa menjaga lisannya. Terlebih saat bulan suci Ramadan.

Ust. Sajumin Zainuddin, Asatidz LDNU Kabupaten Pasuruan, mengungkapkan, saat bulan Ramadan sangat dianjurkan untuk diam. Pasalnya, diamnya orang berpuasa adalah ibadah.

“Diam itu emas kecuali berzikir kepada Allah,” tutur Ust. Sajumin.

Dijelaskan kemudian, selain membasahi lisan dengan banyak zikir kepada Allah SWT, saat bertemu, bercanda dengan teman kemudian berbicara kotor, menggunjing orang, sebaiknya lebih baik diam.

Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam,”

Dalam hadis tersebut telah jelas disebutkan, apabila tidak bisa selalu berkata yang baik, lebih baik diam.

Selain menjaga lisan, Ust. Sajumin juga menganjurkan untuk banyak bersedekah di bulan Ramadan. Pasalnya, golongan yang senang memberi makan orang lapar juga masuk dalam umat yang dirindukan surga-Nya.

“Di akhir Ramadan, yang punya kemampuan harta, di samping mengeluarkan zakat fitrah, tapi jangan lupa mengeluarkan zakat maal,” imbuhnya.

Ditambahkan, zakat maal di tengah kondisi wabah seperti saat ini sangat dibutuhkan. Terlebih bagi mereka yang tidak dapat keluar rumah untuk bekerja, pasti butuh uluran tangan.

Oleh karena itu, bagi yang hartanya sudah mencapai nisab, Ust. Sajumin menganjurkan untuk menyisihkan 2,5% untuk dikeluarkan zakat maal-nya di bulan Ramadan. Insya-Allah, akan ditambah pahalanya, dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. (bel/ono)