F-PKB : Newnormal, Protokol Kesehatan di Pesantren Gimana?

1118
Santri pondok pesantren Ngalah saat mengikuti apel Hari Santri Nasional, Senin (22/10/2018). (Foto: Rozikin)

Pasuruan (wartabromo.com) – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Pasuruan menyoroti rencana Pemerintah untuk mendisiplinkan masyarakat mentaati protokol kesehatan melalui tatanan baru atau Newnormal. Salah satu yang jadi perhatian adalah lingkungan Pondok Pesantren.

Ketua FPKB Kabupaten Pasuruan, M. Yusuf Daniyal menuturkan, Kabupaten Pasuruan memiliki jumlah pondok pesantren yang cukup banyak dan selama pandemi ini para santrinya dipulangkan untuk menghindari penyebaran virus Covid-19.

Namun, jika tatanan baru atau newnormal harus diberlakukan maka penerapan protokol kesehatan yang efektif untuk lingkungan pondok pesantren harus segera disiapkan.

“Di Pasuruan ini banyak sekali Pondok Pesantren. Kalo memang kita harus memasuki tatanan baru atau newnormal. Kami berharap agar Pemerintah segera menyiapkan pola protokol kesehatan yang efektif. Protokol Kesehatan di Pesantren, Gimana? ” ujar Daniyal.

Selama ini, lanjutnya, Sebagai lembaga pendidikan berbasis salafiyah, Ponpes tentu akan memiliki keterbatasan jika harus menerapkan pola – pola baru seperti physical Distancing atau jaga jarak antar santri. Pasalnya, infrastruktur yang tidak mendukung menjadi kendala utama seperti sempitnya gedung dan lahan Ponpes tersebut.

“Penambahan fasilitas dan Infrastruktur agar memenuhi protokol kesehatan sangat penting. Pemerintah harus memikirkan ini, “tambah pria yang juga anggota Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Pasuruan ini.

Sementara itu, dikutip dari tempo.co Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi, Biro Pers, Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin kemudian memberi daftar 25 kabupaten/kota berikut ini;

1.Kota Pekanbaru
2. Kota Dumai
3. Kabupaten Kampar
4. Kabupaten Pelalawan
5. Kabupaten Siak
6. Kabupaten Bengkalis
7. Kota Palembang
8. Kota Prabumulih
9. Kota Tangerang
10. Kota Tangerang Selatan
11. Kabupaten Tangerang
12. Kota Tegal
13. Kota Surabaya
14. Kota Malang
15. Kota Batu
16. Kabupaten Sidoarjo
17. Kabupaten Gresik
18. Kabupaten Malang
19. Kota Palangkaraya
20. Kota Tarakan
21. Kota Banjarmasin
22. Kota Banjar Baru
23. Kabupaten Banjar
24. Kabupaten Barito Kuala
25. Kabupaten Buol.

(yog/yog)