CJH Jalur Khusus di Kota Pasuruan Dipastikan juga Tak Berangkat

747
Munif, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pasuruan.

Pasuruan (wartabromo.com) – Bukan hanya calon jemaah haji (CJH) jalur reguler yang dibatalkan pemberangkatannya, Kemenag Kota Pasuruan juga mencatat ada puluhan CJH jalur khusus gagal berangkat ke tanah suci Makkah.

Pembatalan keberangkatan calon jemaah haji menjadi kekecewaan sebagian warga yang sudah terdaftar untuk berangkat ke tanah suci Makkah tahun ini. Di Kota Pasuruan tercatat 226 CJH jalur reguler gagal berangkat.

Sedianya, data CJH Kota Pasuruan juga terdapat tambahan 20 orang cadangan, sehingga jika ditambahkan dengan angka jalur reguler, jumlahnya menjadi 246 CJH.

Munif, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pasuruan mengatakan, jalur khusus atau program undangan kerajaan Arab Saudi juga tak luput dari kebijakan menteri kali ini.

Meski tak dijelaskan angka pasti, diperkirakan ada sekitar 80-an orang dari jalur khusus yang gagal berangkat ke tanah suci Makkah.

Sekadar informasi, jumlah jemaah jalur khusus terdapat tren peningkatan dari tahun ke tahun. Data Kemenag Kota Pasuruan mengungkap sekitar 70-an orang tercatat pada tahun 2018, sedangkan 78 orang di tahun 2019.

“Meski setiap tahunnya mengalami tren peningkatan, namun untuk tahun 2020 ini CJH yang mengikuti jalur khusus harus bisa bersabar karena gagal berangkat,” ujar Munif, saat ditemui wartabromo.com di Kantor Kemenag Kota Pasuruan.

Diketahui, CJH jalur khusus yang sudah melakukan verifikasi data di Kemenag Kota Pasuruan sebelumnya sudah mendaftar melalui sejumlah biro haji.

Sementara itu, sampai saat ini update informasi atau pemberitahuan kemungkinan dibukanya Masjidil Haram belum didapatkan. Tercatat di Indonesia yang gagal berangkat ke tanah suci Makkah berkisar 221.000 CJH. (don/ono)