Hari ini, 13 Warga 4 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan Positif Corona

13416
RSUD Bangil, Kabupaten Pasuruan

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sebanyak 13 warga Kabupaten Pasuruan pada Jumat (5/6/2020) ini, dinyatakan positif Covid-19. Mereka, berasal dari Kecamatan Gempol, Beji, Kejayan, dan Purwodadi.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya menjelaskan, dari 13 positif hari ini, 8 pasien masuk klaster perusahaan Gempol. Mereka terdiri dari 6 perempuan berusia 42 tahun, 35 tahun, 38 tahun, 43 tahun, 31 tahun, dan 44 tahun. Lalu 2 laki-laki masing-masing berusia 24 tahun dan 53 tahun.

Pasien tercatat warga Kecamatan Gempol ini merupakan rekan kerja dari pasien positif Covid-19 yang terkonfirmasi per 9 Mei 2020. Setelah menjalani perawatan sejak 9 Mei, pasien itu sembuh dan pulang pada 4 Juli 2020.

“Delapan orang ini adalah klaster baru penularan Covid-19. Kami menyebutnya klaster perusahaan di Gempol. Awalnya karena ada satu warga Gempol yang kebetulan bekerja di salah satu perusahaan swasta di Gempol, dan dinyatakan positif Covid-19,” kata Anang di posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Jumat (05/06/2020) sore.

Dijelaskan, setelah warga Gempol tersebut dinyatakan positif Covid-19, petugas surveilans langsung melakukan tracing terhadap siapa saja yang melakukan kontak erat dengan pasien terpapar corona.

Saat tracing, petugas juga me-rapid seluruh kontak erat pasien tersebut. Terhadap kontak erat yang dinyatakan reaktif rapid, maka diminta melakukan isolasi mandiri di rumah, sembari menunggu kesiapan ruangan isolasi di RSUD Bangil.

“Nah, delapan orang yang hari ini terkonfirmasi Covid-19 adalah mereka yang rapid-nya reaktif, kemudian diminta isolasi mandiri sambil menunggu kesiapan ruang isolasi RSUD Bangil. Mereka baru masuk RS Bangil per 30 Mei lalu,” terangnya.

Setelah dinyatakan positif Covid-19, kedelapan pasien ini rencananya akan dipindah ke Rumah Isolasi SKB Pandaan hingga sembuh.

Lain halnya dengan 2 warga Beji yang hari ini terkonfirmasi Covid-19. Mereka adalah kontak erat dari pasien positif Covid-19 (perempuan) RSUD DR Soetomo yang sempat kabur saat menjalani isolasi. Kata Anang, dua orang ini terdiri dari laki-laki (48) yang ternyata suami sirinya, dan laki-laki (28), ponakannya.

Suami siri dan ponakan tersebut sudah menjalani isolasi di RSUD Bangil sejak 31 Mei dan rencananya juga akan dipindah ke Rumah Isolasi. Kedua pasien tertular perempuan kabur dari RS Soetomo tersebut diketahui termasuk OTG (orang tanpa gejala).

“Kebanyakan memang OTG, karena ini hasil dari tracing petugas surveilans yang terus menerus melakukan tugasnya, setelah ditemukan adanya warga positif Covid-19,” imbuhnya.

Selain kasus kontak erat pasien terkonfirmasi Covid-19, hari ini diketahui laki-laki (68) dari Kecamatan Kejayan juga dinyatakan positif Covid-19. Ia merupakan pasien salah satu rumah sakit swasta di Lawang dengan keluhan sesak napas dan batuk darah. Saat di-rapid hasilnya didapatkan non reaktif.

Selang beberapa jam dirawat, kakek Kejayan ini dirujuk ke RSSA Malang sekitar pukul 14.30 WIB Kamis (4/6/2020). Selain diobservasi dan dirawat, pasien ini juga di-swab dengan hasil positif. Hanya saja, sang kakek tak mampu bertahan dan akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 18.00 WIB.

“Hasil swab-nya keluar setelah 1 jam pasien meninggal dunia. Pasien ini dinyatakan terkonfirmasi Covid-19,” jelas pria yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pasuruan itu.

Selain 11 pasien yang diungkapkan, terdapat laki-laki (69) dan perempuan (55), pasien RSSA Malang, asal Kecamatan Purwodadi dinyatakan positif.
Saat ini kedua warga Purwodadi tersebut melanjutkan isolasi di RSSA Malang sampai sembuh.

Secara kumulatif, sudah ada 100 warga Kabupaten Pasuruan sampai hari ini terpapar corona. Dari jumlah tersebut, 39 di antaranya dinyatakan sehat, bebas dari Covid-19. Sedangkan lainnya masih menjalani isolasi di RSUD Bangil, Rumah Isolasi SKB Pandaan, dan Hotel Permata Biru.

Sedangkan jumlah PDP (pasien dalam pengawasan) sebanyak 145 orang, jumlah ODP (orang dalam pemantauan) sebanyak 274 (249 orang lepas pantau), dan OTG (orang tanpa gejala) sebanyak 223 orang (146 lepas pantau). (mil/ono)