Masih Ada 3 Pasien Positif Covid-19 di Kota Probolinggo

972

Probolinggo (wartabromo.com) – Kesembuhan pasein positif Covid-19 di Kota Probolinggo terus meningkat. Dari 27 pasien, kini hanya tersisa 3 orang yang dirawat di Surabaya.

“Hari ini ada 4 pasien yang dirawat di RSUD dr. Mohammad Saleh dinyatakan sembuh. Mereka juga dipulangkan setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk swab. Hari ini, kami laporkan ke gugus tugas provinsi,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin kepada sejumlah wartawan melalui telekonfrensi pada Kamis, 18 Juni 2020.

Virus Covid-19 yang telah menginfeksi 27 warga Kota Probolinggo. Dari angka tersebut, 23 orang di antaranya sembuh. Tiga orang dirawat dan seorang lagi meninggal.

Tiga pasien positif tersebut, saat ini menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Surabaya. Sebelumnya, ada 4 orang warga Kota Probolinggo yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan dirawat di Kota Pahlawan itu. Dalam perkembangannya, 1 di antaranya dinyatakan sembuh dan dipulangkan.

“Semoga yang lainnya, segera diberi kesembuhan dan segera boleh pulang,” harap Hadi.

Pria yang juga Wali Kota Probolinggo itu, mengklaim wilayahnya kini menjadi zona hijau. Karena di wilayah Kota Probolinggo, tidak ada klaster penyebaran lokal. Mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19, merupakan klaster dari luar daerah.

“Hanya saja, warganya secara administratif tercatat sebagai warga Kota Probolinggo. Sedangkan kasus baru dari sebaran lokal territorial Kota Probolinggo, tidak ada,” ungkap Wali Kota Probolinggo.

Kendati sudah dinyatakan sebagai zona hijau, Hadi mengimbau warga agar tidak lengah. Protokol kesehatan, semisal jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan, tetap diterapkan.

“Bersama gugus tugas, kami tetap akan melaksanakan penegakan disiplin. Agar tidak ada lagi sebaran corona di kota ini,” tandasnya.

Sebagai kota transit, warga Kota Probolinggo rentan terpapar penyakit menular. Jika masyarakat abai dan tidak menerapkan protokol kesehatan. Apalagi orang tanpa gejala (OTG) di Jawa Timur jumlahnya meningkat sekitar 41 persen. (lai/saw)