PC dan PAC Muslimat NU Bangil Gelar Halalbihalal, Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dan Penguatan Aswaja

1214
PRESENTASI: Dr Hj Laili Abidah mensosialisasikan materi empat pilar kebangsaan di depan ibu-ibu Muslimat NU Bangil, Sabtu (27/6).

Bangil (Wartabromo.com)- Ibu-ibu Muslimat NU Bangil terus mengembangkan keilmuan Aswaja dan Kebangsaan. Di masa new normal ini, mereka diajak saling menguatkan sebagai Jamiyah Ahlusunnah Waljamaah (Aswaja) maupun sebagai anak bangsa.

Suasana keakraban ini tercetus saat PC Muslimat NU Bangil menggelar acara Halalbihalal sekaligus penguatan keilmuan. Pertemuan tersebut mengangkat tema; Dengan Halal Bihalal Kita Kuatkan Nilai-Nilai Aswaja dan Nilai-Nilai Kebangsaan. Acara ini digelar Sabtu (27/6) di lantai 2 Aula Muslimat NU, Jl Salak, Bangil-Pasuruan.

HALALBIHALAL: Hj Anisah Syakur MAg memberikan sambutan halalbihalal dan mengingatkan pentingnya menjaga protokol kesehatan.

Hadir dalam acara itu, Ketua PC Muslimat NU Bangil, Hj Anisah Syakur MAg. Lalu, pemateri penguatan Aswaja dari PWNU Jatim, KH Soleh Hayat. Dan pemateri empat pilar kebangsaan disampaikan Dr Hj Laili Abidah, SAg MM.

PENGUATAN ASWAJA: Wakil Katib PWNU Jatim, KH Sholeh Hayat menyampaikan materi penguatan Aswaja kepada jamiyyah Muslimat NU Bangil.

Hj Anisah Syakur lebih banyak mengupas soal arti pentingnya hahal bihalal. Tokoh perempuan yang juga Anggota DPR RI dari FKB ini juga mengingatkan soal kewaspadaan akan bahaya Covid-19 dan pentingnya protokol kesehatan. Sehingga, dalam acara Halal Bihalal tersebut, puluhan jamiyah Muslimat tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

SENAM DULU: Sebelum materi disampaikan Dr Hj Laili Abidah, ibu-ibu Muslimat diajak senam sambil baca salawat biar suasana menjadi lebih fresh dan santai.

Sejak masuk ke ruangan, mereka harus memakai masker. Lalu, cuci tangan dengan hand sanitizer, dicek suhu tubuhnya dengan Thermogun. Bahkan, tempat duduknya pun dibuat agak renggang dan berjarak. Beberapa dari mereka juga memakai face shield (penutup wajah terang).

“Kami ucapkan Minal Aidzin Walfaizin. Mohon Maaf Lahir dan Batin kepada semua yang hadir. Tetap jaga kesehatan nggeh,” ujar Hj Anisah Syakur.

Sementara itu, Wakil Katib PWNU Jatim, KH Sholeh Hayat SH lebih menekankan pada pentingnya Jamiyah Nahdlatul Ulama dibentengi dengan faham Ahlusunnah Waljamaah (Aswaja). Di tengah gempuran banyak aliran dan faham lain, diharapkan jamiyah Muslimat NU tetap kokoh. “Tidak goyah oleh rayuan, godaan dari faham-faham lain. Tetap satu yakni Islam yang berhaluan Ahlussunnah….,” tegas KH Sholeh Hayat yang kemudian dijawab serempak oleh ibu-ibu Muslimat “Waljamaah”.

IMPLEMENTASI SAMPAI RANTING: Meteri empat pilar kebangsaan dan penguatan Aswaja diharapkan bisa diimplementasikan hingga ke ranting-ranting.

Tokoh NU yang pernah menjadi anggota FKB DPRD Provinsi Jatim ini juga mengapresiasi pertanyaan yang dilontarkan jamiyah Muslimat. Di antara mereka ada yang menanyakan soal tips agar tidak terpancing faham khilafah atau faham lain. Termasuk juga soal banyaknya media sosial yang bisa membingungkan jamiyah NU di kalangan bawah.

“Saya salut sekali dengan semangat ibu-ibu Muslimat disini. Pertanyaan yang panjenengan sampaikan levelnya seperti tidak dari PC. Tapi levelnya sudah masuk PW, bahkan di atasnya,” tegasnya sambil disambut tepuk tangan dari audiens yang merasa puas dengan dua narasumber yang tampil tersebut.

POSE: Para pengurus dan anggota PC dan PAC Muslimat NU Bangil usai acara halal bihalal dan sosialisasi empat pilar kebangsaan dan penguatan Aswaja.

Pemateri terakhir yang menjadi gong acara itu adalah Dr Hj Laili Abidah Sag MM. Sebelum memulai materi, Ning Bidah, panggilan karibnya lebih dulu mengajak ibu-ibu Muslimat untuk senam bersama. Senam pun unik. Karena diiringi dengan lagu salawatan. Mereka diharapkan lebih refresh dan rileks. Sehingga, suasana menjadi lebih segar. Materinya pun mudah diterima.

Setelah senam bersama, Ning Bidah mempresentasikan materi tentang pentingnya menjaga empat pilar kebangsaan. Menurutnya, empat pilar kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh (soko guru) agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tenteram, dan sejahtera. Serta terhindar dari berbagai macam gangguan dan bencana.

“Empat pilar disebut juga fondasi atau dasar yang menentukan kokohnya bangunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Ning Bidah.

Dosen Pasca Sarjana IAI Dalwa Bangil ini memberikan konsep empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Yang pertama adalah Pancasila. Kedua, UUD 1945. Ketiga, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan keempat, Bhinneka Tunggal Ika.

“Setiap pilar memiliki tingkat, fungsi dan konteks yang berbeda. Pada prinsipnya, Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, kedudukannya berada di atas tiga pilar yang lain.  Empat pilar tersebut merupakan prasyarat minimal bagi bangsa Indonesia untuk berdiri kukuh dan meraih kemajuan berlandaskan karakter kepribadian bangsa Indonesia sendiri,” tegas perempuan yang menjabat Wakil Sekretaris DPW PB PKB Jatim ini.

Ning Bidah yang juga Ketua PAC Muslimat NU Bangil ini berharap agar audiens bisa memahami dan mengimplementasikan pada anggota di ranting masing-masing. Terutama pada anggota muslimat yang bertugas di pendidikan. “Sosialisasi empat pilar ini akan dijadikan program PAC Bangil dan PAC lainnya,” tegasnya.

Usai acara, para jamiyah Muslimat diajak foto bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah, halalbihalal, dan konsolidasi organisasi. (day/*)